Bawaslu ajak mahasiswa jadi agen literasi digital pemilu

45 minutes ago 3
Yang pertama adalah bagaimana Bawaslu memperkuat regulasi digital, sehingga sosialisasi ini perlu disampaikan kepada civitas akademika

Surabaya (ANTARA) - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengajak mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) menjadi agen literasi digital dan pengawasan pemilu guna memperkuat partisipasi publik di tengah tantangan era teknologi digital.

“Yang pertama adalah bagaimana Bawaslu memperkuat regulasi digital, sehingga sosialisasi ini perlu disampaikan kepada civitas akademika,” kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi Bawaslu RI Puadi dalam Bawaslu Campus Connect di Surabaya, Rabu.

Kegiatan bertajuk “Generasi Digital, Demokrasi Transparan” itu menjadi bagian dari upaya Bawaslu membangun kolaborasi dengan perguruan tinggi untuk memperkuat literasi kepemiluan dan menghadapi tantangan pengawasan di era digital.

Puadi mengatakan Bawaslu tengah memperkuat regulasi digital serta meningkatkan kapasitas sumber daya manusia agar mampu melakukan pengawasan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Selain memperkuat regulasi, Bawaslu mendorong peningkatan kemampuan pengawasan di ruang digital, termasuk pemantauan dunia maya dan pemanfaatan kecerdasan buatan.

Bawaslu juga membuka peluang kerja sama dengan berbagai platform digital untuk mendukung pengawasan pemilu.

Baca juga: Puadi minta mahasiswa jadi pengawas partisipatif Pemilu

Menurut Puadi, transformasi pengawasan pemilu tidak dapat dilakukan Bawaslu seorang diri. Perguruan tinggi, khususnya mahasiswa, memiliki posisi strategis sebagai agen digital dan agen literasi.

“Kolaborasi tersebut pun tidak hanya berhenti sampai pada kesempatan kali ini untuk bisa melakukan sosialisasi, karena kita memandang bahwa civitas akademika, jajaran mahasiswa sebagai agen digital, agen literasi, sehingga Bawaslu untuk bisa melakukan transformasi digital,” ujarnya.

Puadi menegaskan keterlibatan mahasiswa tidak diharapkan berhenti pada kegiatan sosialisasi. Bawaslu membuka ruang bagi mahasiswa untuk terlibat dalam penelitian, riset, hingga menjadi relawan.

Baca juga: Bawaslu sosialisasi pemutakhiran data pemilih ke civitas akademika

Mahasiswa juga dapat berpartisipasi dalam memantau perkembangan penyelenggaraan pemilu. Keterlibatan tersebut diharapkan menjadi bagian dari upaya memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu.

“Artinya memang pada kesempatan kali ini, Bawaslu tidak hanya sekadar melakukan sosialisasi saja, tetapi ke depan berharap mahasiswa di dalamnya bagaimana peran mahasiswa sebagai agen literasi dan agen digital,” kata Puadi.

Kerja sama juga diarahkan dengan melibatkan dosen dan kelembagaan kampus dalam penelitian serta riset mengenai berbagai persoalan kepemiluan.

Puadi mengatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan semangat Bawaslu melalui moto “Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu.”

“Sehingga nanti apa yang menjadi program Bawaslu ke depannya ini sinergi dengan kalangan kampus untuk bisa dikolaborasikan,” ujarnya.

Baca juga: Bawaslu gandeng mahasiswa dalami penegakan hukum Pemilu

Pewarta: Willi Irawan
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |