Pangdam: 2.190 personel gabungan siaga hadapi karhutla di Tanah Papua

43 minutes ago 2

Jayapura (ANTARA) - Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang mengatakan sebanyak 2.190 personel gabungan disiagakan untuk menghadapi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tiga provinsi di Tanah Papua.

Kesiapsiagaan personel gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD dan pemadam kebakaran itu tersebar di Provinsi Papua, Papua Pegunungan dan Papua Tengah yang merupakan wilayah kerja Kodam XVII Cenderawasih.

"Untuk di Kota Jayapura dan sekitarnya disiapkan sebanyak 750 personel, termasuk yang ikut apel kesiapsiagaan pengecekan antisipasi karhutla," kata Mayjen TNI Febriel Sikumbang di Jayapura, Rabu.

Baca juga: Papua Tengah waspadai karhutla di hutan lindung dan konservasi

Dia mengatakan penanganan karhutla mengedepankan sinergitas lintas sektor, sedangkan dari unsur TNI disiagakan mulai dari korem, kodim hingga 13 batalyon TNI Penyangga (Yon TP) yang berkolaborasi dengan jajaran Polri, BPBD, BNPB, Basarnas, Dinas Kehutanan, serta sukarelawan komunikasi dari ORARI dan RAPI.

Dia mengatakan berdasarkan pemantauan sepekan terakhir, sempat terdeteksi enam titik panas (hotspot) yang menonjol di beberapa kawasan yaitu

Kabupaten Nabire terdapat empat titik, Kabupaten Puncak dan Biak Numfor masing-masing satu titik api yang saat ini seluruhnya telah dipadamkan.

Pemantauan berkala terus dilakukan melalui aplikasi Sipongi milik Kementerian LHK, data satelit BMKG, serta laporan masyarakat dan unggahan media sosial.

"Kondisi saat ini berdasarkan pemantauan Sipongi dan BMKG masih berada pada status aman (indikator hijau dan kuning) karena angkanya relatif jauh lebih rendah dibanding provinsi lain namun kita tidak boleh lengah dan tetap siaga penuh," kata Pangdam XVII Cenderawasih.

Baca juga: Dinkes Papua Tengah: Cegah dampak kabut asap dengan protokol kesehatan

Untuk menunjang operasional lapangan, kata dia, tim siaga telah menginventarisasi sejumlah armada dan peralatan, di antaranya 21 mobil pemadam kebakaran, yang didukung truk tangki air, ambulans, mesin pompa air (alkon), alat komunikasi, serta tim kesehatan instansi.

Untuk opsi dukungan udara maupun teknologi modifikasi cuaca (TMC), Kodam XVII Cenderawasih akan menyesuaikan dengan perkembangan situasi di lapangan.

"Masyarakat diminta aktif menjaga lingkungan dan menghentikan praktik pembukaan lahan dengan cara dibakar, termasuk membakar sampah tanpa diawasi," kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Febriel Buyung Sikumbang .

Baca juga: BMKG: 1.923 titik panas terdeteksi di Papua Tengah

Baca juga: Dishut sebut kondisi karhutla di Fakfak mencapai 2.171,35 hektare

Baca juga: Karhutla meluas, Papua Tengah waspadai dugaan pembakaran terencana

Pewarta: Evarukdijati
Editor: La Ode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |