Jakarta (ANTARA) -
PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (Indosat atau IOH) bersama Huawei memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan jaringan otonom berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan.
Chief Technology Officer (CTO) Indosat Ooredoo Hutchison Desmond Cheung mengatakan pengembangan jaringan otonom merupakan bagian dari transformasi Indosat menuju perusahaan telekomunikasi yang memanfaatkan AI dalam operasional bisnisnya.
“Perjalanan otonom kami tidak terjadi secara tiba-tiba. Ini adalah perjalanan yang dimulai dua tahun lalu,” kata Desmond dalam acara kolaborasi Indosat dan Huawei di Jakarta, Rabu.
Baca juga: Indosat nilai kedaulatan AI dimulai dari pembangunan ekosistem
Ia mengatakan Indosat dan Huawei sekitar dua tahun lalu membuka Digital Intelligent Operation Center sebagai pusat pengelolaan dan pemantauan jaringan secara waktu nyata.
Menurut Desmond, perjalanan tersebut kini membawa Indosat pada Level 3 dalam skala kematangan jaringan otonom. Pada tahap ini, perusahaan mulai menerapkan operasi berbasis agen AI.
“Transformasi ini membutuhkan banyak upaya. Saat ini kami berada di Level 3, yang berarti berkinerja pada skala kematangan jaringan otonom. Kami telah membangun fondasi dan sekarang sedang menerapkan operasi agentic awal,” ujarnya.
Baca juga: "Strategic Cyber Defense Partnership" penting bangun ketahanan siber
Indosat selanjutnya menargetkan peningkatan ke Level 4, ketika agen AI dapat mengelola dan mengoptimalkan ekosistem serta jaringan secara lebih otonom.
Desmond mengatakan penerapan teknologi tersebut telah memberikan hasil terhadap operasional jaringan dan layanan pelanggan dalam dua tahun terakhir.
Jam kerja jaringan yang hilang berkurang 56 persen. Sementara keluhan pelanggan konsumen atau business-to-consumer (B2C) turun 50 persen dan keluhan pelanggan bisnis atau business-to-business (B2B) berkurang 32 persen.
Ia menjelaskan kebutuhan terhadap jaringan yang semakin otonom meningkat seiring dengan perluasan jaringan 5G, penggunaan perangkat Internet of Things (IoT), serta lingkungan multi-cloud.
Baca juga: Indosat siapkan 25 ribu agen AI perkuat kinerja karyawan pada 2028
Perkembangan tersebut meningkatkan skala dan kompleksitas jaringan sehingga membutuhkan kemampuan pengelolaan yang lebih cepat dan responsif.
Di sisi lain, pelanggan juga menuntut layanan yang semakin stabil dan personal, termasuk waktu henti jaringan yang semakin rendah serta respons layanan yang lebih cepat.
“AI Agent kami akan memperkuat kemampuan kami untuk memberikan kualitas jaringan terbaik bagi pelanggan,” kata Desmond.
Dalam kolaborasi tersebut, Indosat dan Huawei juga mendemonstrasikan kapabilitas AI untuk layanan komunikasi dan penyimpanan data melalui AI New Calling dan AI Cloud Drive.
Baca juga: BTN awali kolaborasi dengan Indosat untuk layanan keuangan digital
AI New Calling menghadirkan sejumlah kemampuan berbasis AI dalam layanan panggilan suara, termasuk pengurangan kebisingan dan penerjemahan secara waktu nyata.
Sementara AI Cloud Drive memanfaatkan AI untuk membantu pengguna mengelola konten digital, termasuk dokumen dan foto.
Desmond mengatakan pengembangan teknologi berbasis AI tersebut merupakan bagian dari upaya Indosat membangun Connected Intelligence dan memperluas pemanfaatan AI dalam layanan telekomunikasi.
Ia mengatakan Indosat memiliki visi untuk menjadi perusahaan teknologi berbasis AI atau AI TechCo yang diakui secara global melalui pengembangan AI dalam bisnis inti, lini bisnis berbasis AI, dan pembangunan ekosistem AI di Indonesia.
“Masa depan adalah Agentic dengan AI, dan masa depan adalah kemitraan,” ujar Desmond.
Baca juga: Kemkomdigi kolaborasi rilis platform berbasis nilai lokal Sahabat-AI
Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































