Wamenkes: Strategi Bandung bisa ditiru guna tekan angka zero dose RI

1 month ago 16

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono mengatakan, strategi Kota Bandung yang berfokus pada posyandu untuk menekan angka anak yang tidak mendapatkan imunisasi atau zero dose dapat direplikasi di Indonesia guna mengatasi isu tersebut.

Dante mengatakan di Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa, bahwa inovasi guna menggencarkan imunisasi penting, mengingat masih ada sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang zero dose. Indonesia sebenarnya sudah mencapai cakupan imunisasi sebesar 80 persen. Akan tetapi, yang diinginkan atau dicari adalah kekebalan komunal (herd immunity), sehingga cakupan perlu mencapai 90 persen.

"Sekarang ada berapa posyandu? 300 ribu posyandu. Ini jumlahnya sama dengan ATM yang ada di Indonesia. Kalau kita mengandalkan puskesmas yang 10 ribu, itu nggak akan bisa mencapai di ujung-ujung deh. Yang paling bisa sampai di ujung-ujung adalah posyandu," katanya.

Dia mencontohkan, di Posyandu Tela 9, para kadernya melakukan sejumlah inovasi, seperti mendekorasi tempat penimbangan dengan bentuk mobil-mobilan, kemudian memberikan penghargaan bagi yang membawa sampah dari rumah.

"Di tengah tantangan ini, Bandung hadir dengan inovasinya, dan dengan cerita yang berbeda, melalui penguatan puskesmas dan posyandu. Dengan penguatan ini, kita mencoba untuk memastikan bahwa praktik Bandung sehat ini tidak berhenti di sini, tetapi terus direplikasi di seluruh Indonesia," katanya.

Baca juga: Wamenkes tinjau ACF TB di Blora tekankan ketuntasan pengobatan

Di posyandu itu, katanya, ada pemeriksaan kesehatan serta penyuluhan. Ada beberapa kader yang ikhlas bekerja di posyandu tersebut selama 40 tahun, 24 tahun.

Atas dedikasi tersebut, Kemenkes mau memberikan dukungan, seperti melakukan penghitungan terhadap ongkos yang dapat diberikan bagi para kader, dan memberikan penghargaan pada posyandu teladan di Hari Kesehatan Nasional.

Adapun Jawa Barat, katanya, dalam setahun berhasil mengurangi angka anak yang zero dose, dari 102 ribu anak pada 2024 menjadi 67 ribu.

Dalam kesempatan yang sama, Walikota Bandung Muhammad Farhan mengatakan bahwa sejak 22 September 2025, dia sudah aktif turun ke lapangan bersama posyandu untuk mengejar dan menangani masalah anak-anak zero dose. Pihaknya didampingi Komisi Pelindungan Anak Daerah pada setiap kali kita kunjungan, karena sekaligus untuk menangani di masalah dengan anak-anak di tingkat RW.

Menurutnya, imunisasi adalah langkah awal untuk memulai hidup sehat dan aktif, terutama bagi anak-anak. Imunisasi sudah terbukti memberikan kita daya tahan agar anak-anak kita tumbuh menjadi anak-anak yang bisa menjadi remaja, orang dewasa yang sangat produktif.

"Untuk itu, sebelum kita bicara soal hal-hal lain, di lanjutan pendidikan, lanjutan keahlian, lapangan pekerjaan, kita mulai semuanya dari imunisasi," kata Farhan.

Baca juga: Wamenkes sebut masalah utama Tb kuman dormant

Pewarta: Mecca Yumna Ning Prisie
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |