Wamenaker: Kompetensi teknisi digital perkuat "skill-based economy"

6 hours ago 2
Banyak teknisi yang kini bekerja secara mandiri di berbagai sektor industri digital, sehingga turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan atau skill-based economy,

Jakarta (ANTARA) - Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menilai kompetensi di bidang teknisi perangkat digital memiliki potensi besar untuk memperluas kesempatan kerja dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan (skill-based economy).

“Banyak teknisi yang kini bekerja secara mandiri di berbagai sektor industri digital, sehingga turut membuka lapangan kerja baru dan memperkuat ekonomi berbasis keterampilan atau skill-based economy,” kata Afriansyah dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Lebih lanjut, Wamenaker mengatakan, ekonomi berbasis keterampilan khususnya di sektor digital penting untuk dikuasai oleh pekerja, terutama para angkatan kerja muda.

Oleh karena itu, ia mengingatkan pentingnya peningkatan keterampilan (upskilling and reskilling) di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat.

Baca juga: Nezar tekankan talenta digital harus pahami interaksi AI secara tepat

“Jadikan momentum ini untuk membuktikan bahwa teknisi Indonesia mampu bersaing dan unggul,” ujar pria yang akrab disapa Ferry tersebut.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) turut mendukung pengembangan keterampilan digital, salah satunya melalui Kompetisi Asosiasi Teknisi Perangkat Jaringan (ATPJ) CPU iPhone 2026 di Jambi, akhir pekan lalu.

Wamenaker menilai, kompetisi teknisi perangkat digital bukan sekadar ajang adu kemampuan, tetapi juga sarana memperluas kesempatan kerja di sektor perbaikan perangkat digital.

Ia mengatakan, komunitas ATPJ memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam menjangkau talenta-talenta teknisi yang belum tersentuh sistem pelatihan formal.

Baca juga: Menaker ungkap strategi peningkatan kualitas talenta digital Indonesia

Menurutnya, kegiatan seperti kompetisi ini relevan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, dan mendukung hilirisasi industri berbasis teknologi.

“Kegiatan ini bukan sekadar kompetisi, tetapi bagian dari upaya bersama untuk menjawab tantangan strategis bangsa. Fokus pembangunan saat ini adalah memperkuat SDM, menciptakan lapangan kerja berkualitas, serta mendorong hilirisasi dan industrialisasi,” katanya.

Wamenaker Ferry menilai, kompetisi seperti ini juga menjadi sarana penting untuk mendorong standardisasi keterampilan teknisi melalui praktik langsung, benchmarking kemampuan, dan penguatan profesionalisme di bidang teknisi perangkat digital.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada ATPJ dan seluruh mitra yang telah berkontribusi dalam pengembangan SDM Indonesia.

Baca juga: Kemnaker dan TikTok kerja sama gelar pelatihan vokasi digital

Selain itu, Kemnaker juga mendorong agar kegiatan serupa terus dikembangkan dan diintegrasikan dengan sistem pelatihan nasional serta sertifikasi kompetensi agar kemampuan para teknisi diakui, baik secara nasional maupun internasional.

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |