Kementan gulirkan Gerakan Pengendalian Penggerek Batang di Karawang

2 hours ago 3
mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan

Karawang (ANTARA) - Kementerian Pertanian menggulirkan Gerakan Pengendalian Penggerek Batang dalam upaya menekan serangan organisme pengganggu tanaman atau hama padi di areal sawah wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Rachmat di Karawang, Selasa, menekankan bahwa pengendalian hama merupakan kunci keberhasilan panen padi. Atas hal tersebut, setiap serangan organisme pengganggu tanaman harus segera diatasi.

"Kita berikhtiar mulai dari persemaian, agar panen berhasil dengan baik. Jadi mari kita kompak menjaga tanaman dari hama dan penyakit untuk menyongsong tahun 2026 sebagai tahun swasembada beras berkelanjutan," katanya.

Ia menyampaikan Gerakan Pengendalian Penggerek Batang dalam upaya menekan serangan organisme tidak hanya digelar di areal sawah sekitar Desa Sukamakmur, Kecamatan Rawamerta, Karawang.

Hal itu juga dilaksanakan di 10 provinsi utama penghasil padi sawah nasional, 27 kabupaten/kota di Provinsi Jawa Barat serta 30 Kecamatan di Karawang.

Baca juga: Kementan kembangkan peringatan dini hama dan informasi tanah

Baca juga: 1.000 burung hantu diterima Majalengka guna kendalikan hama tikus

"Gerakan yang dimulai hari ini diharapkan menjadi pemantik bagi para petani untuk terus melakukan pengendalian secara mandiri dengan pendampingan berkelanjutan dari PPL (penyuluh pertanian lapangan) dan POPT (pengendali organisme pengganggu tumbuhan)," katanya.

Ia menyebutkan kegiatan tersebut dipastikan akan berlanjut di tingkat lapangan, di mana para petani akan terus didampingi secara teknis. Hal tersebut dilakukan, guna memastikan ancaman hama penggerek batang padi dapat ditekan sejak dini.

Hama penggerek batang padi adalah ulat yang merusak jaringan dalam batang, menyebabkan gejala sundep (pucuk kering pada fase vegetatif) dan beluk (malai hampa/putih pada fase generatif).

Serangan dapat terjadi sejak persemaian hingga panen, dan berpotensi menurunkan produksi secara signifikan atau gagal panen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Karawang Rohman menyampaikan Gerakan Pengendalian Penggerek Batang ini bukanlah sekadar seremonial.

"Gerakan ini diharapkan menjadi respon cepat dan upaya nyata kita memutus siklus hidup hama. Jadi kami mohon untuk para petani, kalau tanam padi bisa serentak," katanya.

Baca juga: Mentan: Ancaman El Nino tak masalah, stok beras menuju 5 juta ton

Baca juga: Mentan alokasikan Rp5 triliun untuk irigasi dan benih hadapi El Nino

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |