Wabah meningitis di Inggris, kaum muda lebih berisiko terinfeksi

3 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Otoritas kesehatan Inggris sedang mendalami wabah meningitis di wilayah Kent, arah tenggara dari Inggris yang menyebabkan dua siswa dari Catenbury dan Universitas Kent meninggal dan 11 lainnya sakit parah.

Ditulis laman Sky News Selasa waktu setempat, kepala eksekutif badan amal Meningitis Now Dr. Tom Nutt, mengatakan bayi, anak-anak, dan remaja paling berisiko, dan infeksi bakteri ini memiliki peluang lebih besar untuk menyebar melalui interaksi sosial dan akomodasi bersama di perguruan tinggi dan universitas dan menyebar lebih lambat dibandingkan virus pernapasan seperti pilek dan flu.

“Kasus penyakit semakin berkurang berkat efektivitas vaksin, yang sekarang tersedia di NHS (National Health Service)," kata Dr. Nutt.

"Jadi, mendapatkan kasus dalam jumlah besar seperti ini di Canterbury, menurut saya, cukup mengejutkan dan sangat tidak biasa,” tambahnya.

Baca juga: Orang dewasa muda dan remaja bisa jadi pembawa meningokokus

Meningitis menyebabkan pembengkakan selaput yang melapisi otak dan sumsum tulang belakang, yang dengan sendirinya dapat mengancam jiwa, serta risiko kerusakan otak atau saraf pada mereka yang sembuh.

Namun, ada juga risiko tinggi infeksi darah, yang dapat menyebabkan sepsis, begitu bakteri melewati sawar darah-otak.

Bagi mereka yang jatuh sakit, termasuk 300 hingga 400 orang setiap tahun di Inggris yang cukup serius terkena meningitis bakteri, yang juga disebut penyakit meningokokus, ini adalah hal yang mengerikan.

Baca juga: Kemenkes sebut vaksin meningitis tersedia di 1.200 fasilitas kesehatan

Gejala-gejala yang meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, tangan dan kaki dingin, leher kaku, delirium, dan kelelahan, dapat memburuk dengan sangat cepat.

"Jika berbicara tentang meningitis bakteri, yang sedang kita bahas hari ini, sekitar satu dari 10 orang yang terinfeksi dapat meninggal, dan penyakit ini dapat membunuh orang dalam waktu 24 jam atau kurang," kata Dr. Nutt.

Badan Keamanan Kesehatan Inggris mengatakan telah berbagi informasi dengan 30.000 orang di wilayah wabah tersebut menelusuri kontak dari kasus-kasus yang terinfeksi sedang dilacak dan diberikan antibiotik untuk mencegah infeksi baru, sehingga mengurangi risiko penyebaran wabah.

Baca juga: Dokter ahli: Meningitis pada anak seringkali sulit didiagnosis

Meningitis sempat terjadi penurunan drastis akibat berkurangnya interaksi sosial selama pandemi. Namun terjadinya wabah meningitis yang meningkat akhir-akhir ini di Inggris karena angka vaksinasi yang menurun selama pandemi terutama di kalangan remaja.

Vaksinasi dapat mengurangi beban meningitis secara menyeluruh. Bayi ditawarkan imunisasi rutin terhadap meningitis B, jenis yang paling umum.

NHS juga memvaksinasi remaja, biasanya di kelas 9 atau 10, dengan vaksin meningitis ACWY yang melindungi terhadap jenis virus lain yang kurang umum, tetapi sama berbahayanya.

Baca juga: Ahli kemukakan dampak infeksi bakteri meningitis pada manusia

Para pegiat juga mendorong agar remaja dan dewasa muda ditawari vaksin meningitis B. Karena vaksin ini baru diperkenalkan satu dekade lalu, terdapat "kesenjangan" dalam cakupan vaksinasi untuk remaja yang mungkin melewatkan vaksinasi saat masih bayi - dan perlindungan akan berkurang seiring waktu.

“Meskipun jenis virus yang terlibat dalam wabah saat ini belum diidentifikasi, Dr. Nutt mengatakan hal itu seharusnya menjadi peringatan. Kami percaya bahwa semua orang yang paling berisiko terkena penyakit harus diberikan vaksinasi tersebut melalui NHS,” kata Dr. Nutt.

Petugas kesehatan masyarakat dan badan amal Inggris mengingatkan warga di daerah yang terdampak, terutama kaum muda dan orang tua mereka, untuk waspada terhadap gejala meningitis atau sepsis dan segera menghubungi pusat layanan darurat jika merasa khawatir.

Baca juga: Dinkes Bali : 38 orang dirawat karena kasus meningitis

Penerjemah: Fitra Ashari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |