Wabup bidik potensi ajang lari di berbagai daerah wisata Tabanan

3 hours ago 1

Tabanan (ANTARA) - Wakil Bupati (Wabup) Tabanan I Made Dirga membidik potensi berbagai daerah wisata di Tabanan untuk menjadi lokasi ajang lari yang sedang tren.

“Tanah Lot ada, Yeh Gangga juga ada, Soka juga ada, Ulun Danu, semua itu bisa,” ucapnya di sela Bali Tourism Run di Jatiluwih, Tabanan, Bali, Minggu.

Gelaran Bali Tourism Run serangkaian 100 Tahun Pariwisata Bali di Jatiluwih menurut dia adalah contoh mempromosikan pariwisata Tabanan melalui potensi daerah wisata yang ada.

Baca juga: Sekda Bali ingin ajang lari alam berpindah-pindah daerah wisatanya

Meski pada ajang perdana masih ada yang perlu dievaluasi, namun dalam waktu sekitar 1 bulan pendaftaran, sebanyak 1.700 orang bergabung dengan potensi perputaran uang hingga Rp1,5 miliar menurut Asita Bali.

“Ini ide luar biasa untuk ke depannya, ini saja sudah luar biasa bagusnya karena pertama tentunya yang belum maksimal,” ujarnya.

Berangkat dari lari santai pertama ini, Pemkab Tabanan ingin daerah wisata lain selanjutnya merancang lebih maksimal.

Baca juga: Jatiluwih rangkai festival dengan lari untuk perkuat citra pariwisata

Meski bukan dikerjakan bersama Asita sebagai asosiasi agen perjalanan wisata, Pemkab Tabanan berprinsip akan mencoba menjajaki mitra-mitra strategis lainnya untuk merealisasikan ini.

Sebab, dampak terutama ekonomi bagi masyarakat di daerah wisata tersebut akan sangat besar, seperti di Jatiluwih di mana penginapan milik masyarakat okupansinya mencapai 100 persen dan kemudian berdampak ke restoran, warung, dan UMKM di desa.

“Sangat luar biasa dampaknya karena titik kumpulnya di Tabanan, banyak orang yang datang ke sini tentunya pasti ada lebihnya dia belanja atau penginapan juga ada, sudah luar biasa,” kata Dirga.

Baca juga: Kemenbud hadirkan pelestarian Subak melalui film Soma

Hanya saja apabila ajang wisata olahraga ini digelar di daerah wisata lainnya diperlukan kesiapan yang lebih dari masyarakat desa maupun infrastruktur pendukungnya.

Namun tetap ditegaskan bahwa tidak bisa membangun sembarangan, seperti di Jatiluwih dengan terbatasnya penginapan tidak berarti pelaku usaha boleh membangun di sawah.

“Seperti Jatiluwih ini kan warisan budaya dunia yang tidak boleh sembarang kita membangun di sini, di mana pemandangannya bagus kita tak boleh membangun, harus tahu di mana yang boleh di mana tidak, masih kita pemerintah hitung juga,” tutur Wabup Tabanan.

Baca juga: DPRD Bali-pemkab bahas pelanggaran Jatiluwih demi pertahankan WBD

Baca juga: Wisman Asia dongkrak kunjungan Jatiluwih usai Eropa terdampak perang

Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |