Upaya damai AS dan Iran, memorandum hingga pembicaraan di Swiss

3 hours ago 1
Sambil menunggu kesepakatan akhir, Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk mempertahankan status quo

Jakarta (ANTARA) - Kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran yang dimediasi sejumlah negara, termasuk Pakistan dan Qatar, menjadi salah satu perkembangan geopolitik paling penting pada pertengahan 2026.

Setelah berbulan-bulan konflik yang mengguncang kawasan, kedua negara akhirnya mencapai kerangka perdamaian yang membuka jalan bagi negosiasi lebih lanjut mengenai program nuklir Iran, sanksi ekonomi, hingga stabilitas kawasan Teluk.

Namun, implementasi kesepakatan tersebut masih menghadapi tantangan besar, terutama akibat konflik yang masih berlangsung di Lebanon dan ketegangan antara Israel dan kelompok Hizbullah.

Upaya mewujudkan perdamaian

Iran dan Amerika Serikat mengonfirmasi penyusunan draf nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) telah selesai pada Minggu (14/6).

Memorandum tersebut menyepakati penghentian segera dan permanen operasi militer di semua lini, termasuk Lebanon. Para pihak juga saling berkomitmen untuk tidak memulai perang atau operasi militer, menahan diri menggunakan kekuatan serta menjamin integritas wilayah dan kedaulatan Lebanon.

Draf kesepakatan tersebut juga memberikan waktu 60 hari bagi kedua negara untuk merundingkan kesepakatan final terkait program nuklir Iran dan sanksi Amerika Serikat.

Selain itu, draf memorandum juga menetapkan jadwal bagi Amerika Serikat untuk mencabut blokade angkatan laut mereka dan semua gangguan atau hambatan terhadap Iran, dan akan sepenuhnya mengakhiri blokade angkatan laut dalam waktu 30 hari.

Amerika Serikat berjanji dengan mitra regional untuk mengembangkan rencana definitif yang disepakati bersama dengan dana sedikitnya 300 miliar dolar AS (sekitar Rp5.353 triliun) untuk rekonstruksi dan pembangunan ekonomi Iran.

Isu nuklir tak luput dari memorandum tersebut. Amerika Serikat berjanji akan mengakhiri semua jenis sanksi terhadap Iran.

Republik Islam Iran menegaskan kembali bahwa mereka tidak akan memperoleh atau mengembangkan senjata nuklir. Amerika Serikat dan Iran sepakat menyelesaikan penanganan stok bahan yang telah diperkaya melalui mekanisme yang akan disepakati.

Sambil menunggu kesepakatan akhir, Amerika Serikat dan Iran sepakat untuk mempertahankan status quo. Iran akan mempertahankan status quo program nuklirnya saat ini, dan AS tidak akan memberlakukan sanksi baru apa pun dan tidak akan mengerahkan pasukan tambahan di kawasan.

Pembicaraan Swiss yang tertunda

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |