Victor Lai timba ilmu di Indonesia sebelum pupuskan asa publik Istora

2 weeks ago 19
Bulu tangkis Indonesia juga menjadi bagian dari ingatan masa kecilnya ketika mulai mengenal olahraga tepok bulu

Jakarta (ANTARA) - Victor Lai datang ke Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, sebagai pemain Kanada. Namun, sebagian perjalanan bulu tangkisnya ternyata tidak jauh dari Indonesia.

Sebelum menjadi pemain yang memupus harapan Jonatan Christie pada final BWf World Tour Super 1000 Polytron Indonesia Open 2026, Victor pernah menimba ilmu di Indonesia. Ia datang pada 2016 untuk berlatih bersama Jeffer Rosobin, salah satu mantan tunggal putra Merah Putih.

"Pada 2016, saya datang ke Indonesia untuk berlatih bersama Pelatih Jeffer. Jadi saya memiliki kedekatan dengan Indonesia," kata Victor seusai pertandingan.

Victor menundukkan Jonatan 21-19, 21-8 di Istora Gelora Bung Karno, Minggu. Hasil itu membuatnya meraih gelar BWF World Tour Super 1000 pertama dalam kariernya sekaligus menjadi pemain Kanada pertama yang menjuarai Indonesia Open.

Kemenangan tersebut terasa kontras bagi publik tuan rumah. Di satu sisi, Indonesia kembali gagal melihat wakil tunggal putra berdiri di podium tertinggi. Di sisi lain, pemain yang menghentikan harapan itu justru pernah belajar dari Indonesia.

"Saya memiliki kedekatan dengan Indonesia. Banyak pelatih saya sebelumnya, bahkan sampai sekarang, berasal dari Indonesia. Saya sangat beruntung dibantu oleh para pelatih dari salah satu negara terbaik dalam olahraga ini," ujar pemain yang lahir pada 19 Desember 2024.

Jejak Indonesia dalam perjalanan Victor tidak berhenti pada latihan singkat pada 2016. Ia mengatakan klub tempatnya berlatih di Kanada juga memiliki pelatih-pelatih asal Indonesia. Dari para pelatih itulah ia banyak mendapat pengaruh dalam membangun permainannya.

Bagi Victor, Indonesia bukan tempat yang asing. Bulu tangkis Indonesia juga menjadi bagian dari ingatan masa kecilnya ketika mulai mengenal olahraga tepok bulu.

Ia tumbuh dengan menyaksikan pemain-pemain besar dunia. Nama Taufik Hidayat, Lee Chong Wei, Lin Dan, Kento Momota, Victor Axelsen, Jonatan Christie, hingga Anthony Sinisuka Ginting menjadi bagian dari tontonan yang membentuk kecintaannya terhadap bulu tangkis.

"Saat saya lebih muda, saya sering menonton semua pemain hebat seperti Kento Momota, Victor Axelsen, Jonatan Christie, Anthony Sinisuka Ginting dan pemain-pemain lainnya," kata pemain 21 tahun itu.

Salah satu momen Jonatan bahkan masih melekat dalam ingatannya. Seorang pelatih pernah menunjukkan pertandingan Jonatan saat membalikkan keadaan melawan Victor Axelsen pada French Open 2019. Dari situ, Victor mengaku mendapat inspirasi.

"Saya sangat ingat salah satu pelatih saya menunjukkan kepada saya momen saat Jojo membalikkan keadaan melawan Victor Axelsen. Itu sangat menginspirasi saya," ujarnya.

Beberapa tahun kemudian, pemain yang dulu ia tonton itu berdiri di seberang net. Bedanya, kali ini Victor bukan lagi penonton. Ia datang sebagai lawan di partai final Polytron Indonesia Open.

Jonatan mendapat dukungan penuh dari publik Istora. Setiap poin yang diraih wakil tuan rumah disambut suara bergemuruh. Namun Victor mampu bertahan dalam tekanan itu.

Bising

Editor: Sapto Heru Purnomojoyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |