Akademisi usulkan transformasi kultur di internal Polri

2 hours ago 4
Pertanyaannya, melalui apa untuk mengubah kultur ini? Ada dua, jalur pendidikan dan konsolidasi di internal kepolisian

Jakarta (ANTARA) - Associate Professor Universitas Nasional (Unas) Firdaus Syam mengusulkan transformasi kultur di internal Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk memperkuat perubahan kelembagaan yang telah dilakukan institusi tersebut.

Firdaus mengatakan perubahan kultur perlu diperkuat melalui pendidikan dan konsolidasi internal kepolisian guna menjawab perhatian publik terhadap profesionalisme Polri.

"Pertanyaannya, melalui apa untuk mengubah kultur ini? Ada dua, jalur pendidikan dan konsolidasi di internal kepolisian," kata Firdaus dalam peluncuran buku di Jakarta, Rabu (24/6), sebagaimana keterangan yang diterima Kamis.

Ia mengatakan jalur pendidikan dapat digunakan untuk menanamkan nilai-nilai profesionalisme kepada taruna kepolisian, termasuk melanjutkan tradisi yang dikembangkan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

Menurut dia, pendidikan juga perlu membentuk anggota Polri yang humanis, independen, dan profesional.

Baca juga: Boni Hargens: PRESISI dorong transformasi budaya kerja di tubuh Polri

Sementara itu, konsolidasi internal diperlukan untuk memperkuat pelaksanaan fungsi Polri di bidang keamanan dan ketertiban masyarakat, pengayoman, serta penegakan hukum.

Firdaus mengapresiasi transformasi yang dilakukan Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.

"Kita harus akui bahwa langkah perubahan yang dilakukan Pak Listyo Sigit Prabowo sudah banyak, seperti pada level struktural, kelembagaan, program berbasis teknologi informasi, serta sarana dan prasarana," ujarnya.

Baca juga: Tokoh muda NU sebut perjalanan reformasi Polri masih panjang

Ia menyampaikan pandangan tersebut dalam peluncuran buku berjudul Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Sang Arsitektur PRESISI Polri karya Ali Ramadhan.

Buku itu terbagi dalam dua bagian, yakni "Fondasi dan Visi" yang mengulas perjalanan karier serta konsep transformasi PRESISI, dan "Disrupsi Demokrasi dan Korps Bhayangkara Masa Depan".

Buku tersebut membahas kepemimpinan Listyo Sigit sebagai Kapolri serta menawarkan kerangka analitis mengenai peran institusi kepolisian dalam menghadapi disrupsi demokrasi pada era digital.

Baca juga: Wakapolri tekankan sinergi Polri dan buruh untuk lindungi hak pekerja

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |