Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Utara mengajak perempuan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan untuk deteksi dini penyakit kanker leher rahim (serviks) dan kanker payudara, sehingga dapat dilakukan penyembuhan sejak awal.
“Deteksi dini menjadi langkah penting untuk meningkatkan peluang kesembuhan apabila ditemukan indikasi penyakit sejak tahap awal,” kata Kepala Sudinkes Jakut Murniasi Hutapea di Jakarta, Kamis.
Ia mengajak kaum perempuan untuk tidak ragu melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala di fasilitas kesehatan terdekat. Masyarakat dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan yang disediakan oleh pemerintah karena biaya mamografi secara mandiri di rumah sakit relatif tinggi.
"Tidak perlu takut untuk memeriksakan kesehatan sejak dini karena hal itu sangat penting bagi diri sendiri. Melalui deteksi dini, peluang kesembuhan akan jauh lebih besar," ujarnya.
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara bekerja sama dengan Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) dan Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara menggelar pemeriksaan kesehatan kanker payudara dan kanker leher rahim (serviks) gratis di Kantor Wali Kota pada Rabu (24/6) dan Kamis (25/6)
Layanan kesehatan yang diberikan meliputi skrining kanker serviks menggunakan metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) serta pemeriksaan payudara klinis (Sadanis) yang didukung fasilitas unit mobil mamografi.
Baca juga: Seluruh Puskesmas di Jakarta bisa layani pemeriksaan kanker serviks
Menurut Murniasi, kegiatan ini merupakan upaya meningkatkan kesadaran perempuan terhadap pentingnya menjaga kesehatan reproduksi melalui deteksi dini kanker
"Kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut menargetkan 100 peserta,” katanya.
Sementara itu, Kepala Bidang Unit Mobil Mamografi YKPI, Linda Sugeng mengatakan kolaborasi serupa secara rutin dilaksanakan di lima wilayah kota di DKI Jakarta.
Pihaknya mengoperasikan unit mobil mamografi terbaru yang merupakan hibah dari Pertamina.
Menurut Linda, keberadaan mobil mamografi tersebut menjadi bagian dari upaya mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya perempuan yang membutuhkan pemeriksaan kanker payudara.
Mobil ini merupakan satu-satunya unit layanan mamografi bergerak di Indonesia yang berfungsi untuk mendeteksi dini kanker payudara.
“Kami ingin para ibu lebih peduli terhadap kesehatan karena ketika seorang ibu sakit, seluruh keluarga akan merasakan dampaknya,” katanya.
Ia memaparkan rendahnya tingkat pemahaman masyarakat serta rasa takut terhadap prosedur pemeriksaan masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan skrining kanker payudara.
"Kami terus mengedukasi masyarakat bahwa mamografi tidak menimbulkan rasa sakit. Jangan menunggu hingga kondisi sudah parah karena penyakit ini sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal," ujar Linda.
Baca juga: Edukasi deteksi dini kanker payudara sasar mahasiswi di Jakarta
Baca juga: Pemprov DKI perkuat edukasi pencegahan kanker
Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Syaiful Hakim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































