Menag jadikan setiap 10 Muharam sebagai Lebaran Anak Yatim dan Difabel

1 hour ago 2
Kita kembalikan tradisi Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di masyarakat, lalu kita Indonesiakan menjadi gerakan bersama untuk membantu anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel

Jakarta (ANTARA) - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar akan menjadikan setiap tanggal 10 Muharam sebagai momentum perayaan Lebaran Anak Yatim yang difokuskan untuk membantu anak yatim piatu dan kelompok difabel agar terbebas dari berbagai kesulitan hidup.

“Kita akan membuat semacam tradisi baru di Indonesia, setiap tanggal 10 Muharam itu, kita peringati dengan cara membebaskan anak-anak yatim dan kelompok difabel dari penderitaan,” ujar Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar di Kantor Kemenag, Jakarta, Kamis.

Pernyataan Menag itu disampaikan saat gelaran Lebaran Anak Yatim dan Penyandang Disabilitas, sebagai rangkaian dari Program Peaceful Muharam yang telah digelar sejak 1 Muharam hingga sebulan ke depan.

Menag Nasaruddin menjelaskan gagasan itu diharapkan menjadi tradisi baru yang positif di Indonesia dengan menjadikan Muharam sebagai momentum kepedulian sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menurut dia, selama ini masyarakat lebih mengenal amalan puasa pada bulan Muharam. Namun semangat berbagi dan menyantuni anak yatim juga perlu diperkuat sebagai bagian dari peringatan bulan yang dimuliakan tersebut.

Baca juga: Kemenag gelar Peaceful Muharam, dari lebaran yatim hingga nikah massal

“Kita kembalikan tradisi Lebaran Yatim yang selama ini dikenal di masyarakat, lalu kita Indonesiakan menjadi gerakan bersama untuk membantu anak-anak yatim piatu dan kelompok difabel,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Ia mengatakan peringatan 10 Muharam di Indonesia memiliki karakter yang berbeda dengan sejumlah negara lain. Di Indonesia, peringatan tersebut diarahkan pada kegiatan sosial dan kemanusiaan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Menag berharap peringatan Lebaran Anak Yatim dapat berkembang menjadi agenda nasional yang mampu memperluas jangkauan bantuan bagi anak-anak yatim dan keluarga kurang mampu.

“Kalau ini bisa menjadi event penting, maka seluruh anak-anak kita yang miskin dan yatim piatu akan semakin terbantu dan terbebas dari berbagai kesulitan hidup,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Baca juga: Baznas RI jadikan Tahun Baru Hijriah momentum perkuat layanan zakat

Menag juga mengajak masyarakat untuk mengekspresikan kecintaan terhadap agama melalui kepedulian kepada sesama, khususnya anak yatim dan penyandang disabilitas.

“Mari kita cintai agama dengan cara mencintai anak-anak yatim dan kelompok difabel. Siapa yang akan memperhatikan mereka kalau bukan kita,” ujar Menag Nasaruddin Umar.

Ia menambahkan Muharam merupakan bulan yang identik dengan perdamaian dan kasih sayang. Dalam tradisi Islam, Muharam termasuk bulan yang dimuliakan sehingga menjadi momentum yang tepat untuk memperkuat solidaritas sosial.

“Pada masa Nabi tidak boleh ada peperangan pada bulan Muharam, makanya disebut haram, ya kan? Hari berkasih sayang,” kata Menag Nasaruddin Umar.

Baca juga: 10 Muharam, Baznas-Muslimat NU berikan santunan kepada 200 anak yatim

Pewarta: Asep Firmansyah
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |