Jakarta (ANTARA) - TVRI menyatakan bahwa penyiaran tayangan Piala Dunia 2026 menjadi bagian dari penguatan layanan publik untuk menghadirkan tayangan berkualitas dunia bagi masyarakat Indonesia,
Ketua Dewan Pengawas TVRI Agus Sudibyo, melalui keterangan tertulis, menyebut bahwa hal tersebut sesuai dengan mandat dan kepercayaan pemerintah kepada pihaknya.
“Kepercayaan ini merupakan amanah besar bagi TVRI, sesuai dengan mandat Presiden, untuk terus memastikan masyarakat Indonesia, di manapun mereka berada, dapat mengakses tayangan berkualitas dunia. Ini juga menjadi bagian dari komitmen kami dalam menjalankan mandat negara untuk menghadirkan informasi dan hiburan yang merata,” ujar Agus.
Baca juga: TVRI modernisasi penyiaran demi hadirkan Piala Dunia ke pelosok negeri
Baca juga: DPR harap undur diri Dirut TVRI tak ganggu siaran Piala Dunia 2026
Sebagai bagian dari perannya sebagai lembaga penyiaran publik, pemerintah memberi dukungan anggaran untuk pembelian hak siar Piala Dunia 2026.
Momentum ini menjadi tonggak penting karena terakhir kali TVRI menayangkan ajang tersebut pada 1998.
Sejak pertama kali mengudara pada 1962, TVRI secara konsisten menghadirkan konten edukatif, informatif, dan menghibur bagi masyarakat dari Sabang hingga Merauke, sekaligus memperkuat persatuan melalui tayangan yang inklusif.
Sebagai bagian dari mandat tersebut, TVRI juga menyiarkan berbagai sosialisasi program unggulan Presiden dan Pemerintah serta kegiatan kenegaraan agar dapat diakses secara merata oleh masyarakat di seluruh wilayah Indonesia.
Atas kinerja tersebut, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Iman Brotoseno, TVRI kembali memperoleh dukungan pemerintah, termasuk dalam bentuk dukungan anggaran untuk pembelian hak siar Piala Dunia 2026.
Untuk mendukung distribusi siaran, TVRI terus melakukan modernisasi infrastruktur digital melalui sistem siaran digital DVB-T2, jaringan satelit berkapasitas tinggi, jaringan berbasis IP, serta integrasi Network Operation Center (NOC) yang memungkinkan pemantauan siaran secara real-time.
Penguatan infrastruktur tersebut ditujukan untuk memastikan pemerataan akses siaran, termasuk bagi masyarakat di wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sehingga dapat menikmati momen global tanpa kendala.
Selain itu, TVRI juga berkolaborasi dengan Radio Republik Indonesia (RRI) dan Antara sebagai kantor berita nasional guna memperluas jangkauan informasi dan kemeriahan Piala Dunia melalui berbagai platform, termasuk televisi, radio, dan kanal digital.
Langkah tersebut menegaskan peran TVRI sebagai penghubung masyarakat Indonesia dengan berbagai peristiwa penting dunia sekaligus memperkuat fungsi layanan publik yang menjangkau seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: Komisi VII minta kolaborasi TVRI, RRI, dan ANTARA di Piala Dunia 2026
Baca juga: Kemarin, Kolaborasi untuk Piala Dunia 2026 hingga riset UI tentang MBG
Pewarta: A Rauf Andar Adipati
Editor: Michael Teguh Adiputra Siahaan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































