RI desak deeskalasi di kawasan usai kilang minyak UEA diserang

5 hours ago 5

Jakarta (ANTARA) - Indonesia amat prihatin atas terjadinya serangan rudal dan drone terhadap fasilitas kilang minyak di Fujairah, Uni Emirat Arab (UEA), dan mendesak semua pihak berkonflik di Timur Tengah agar menahan diri dan terus memperjuangkan penurunan ketegangan di kawasan tersebut.

“Indonesia mendesak seluruh pihak untuk menahan diri, menghormati kesepakatan gencatan senjata penuh, dan menjunjung tinggi hukum internasional, termasuk perlindungan terhadap infrastruktur sipil,” demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial X, Rabu.

Serangan terhadap kilang minyak tersebut dinilai berisiko meningkatkan ketegangan, melanggar kesepakatan gencatan senjata, serta mengganggu keamanan rantai pasok dan keamanan energi global.

Indonesia mengingatkan bahwa situasi yang memburuk itu dapat mengakibatkan meluasnya dampak konflik hingga ke negara-negara di luar kawasan, tulis Kemlu RI dalam pernyataan tersebut

Indonesia pun menegaskan kembali kesiapan untuk mendukung berbagai upaya penurunan ketegangan di kwasan Timur Tengah dan dialog demi mewujudkan perdamaian serta stabilitas yang berkelanjutan di kawasan Timur Tengah.

Adapun di tengah eskalasi konflik yang terjadi, para WNI yang masih berada di UEA diminta untuk terus waspada serta mematuhi arahan otoritas setempat.

“Seluruh WNI diimbau agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta senantiasa mengikuti arahan pemerintah setempat serta perwakilan RI di UAE,” demikian Kemlu RI.

Kantor Media Fujairah pada Senin (4/5), melaporkan terjadinya kebakaran besar di Zona Industri Minyak Fujairah, pusat energi besar di pantai timur UEA, setelah menjadi sasaran drone yang diduga diluncurkan dari Iran.

Pihak berwenang di Fujairah mengatakan tiga warga negara India yang terluka dalam insiden tersebut telah dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan.

Namun demikian, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membantah melakukan serangan rudal atau drone terhadap UEA dalam beberapa hari terakhir, menurut laporan media pemerintah IRIB, Selasa (5/5).

IRIB, mengutip pernyataan juru bicara Markas Besar IRGC Khatam al-Anbiya, mengatakan bahwa tidak ada operasi semacam itu yang dilakukan Teheran.

IRGC juga menolak tuduhan Kementerian Pertahanan UAE karena “tidak berdasar”.

Baca juga: Iran tegaskan tidak ada rencana serang Uni Emirat Arab

Baca juga: Iran tegaskan tak ada solusi militer untuk krisis politik

Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |