Pemkot Medan apresiasi Buddha Tzu Chi bedah 500 rumah tidak layak huni

5 hours ago 4

Medan (ANTARA) - Pemerintah Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut) mengapresiasi Yayasan Buddha Tzu Chi yang berkontribusi melaksanakan program strategis merenovasi 500 unit rumah tidak layak huni (RTLH) di wilayah itu.

"Yayasan Buddha Tzu Chi selama ini konsisten membantu warga Medan, mulai dari penanganan banjir hingga bantuan sosial," ujar Wali Kota Medan Rico Tri Putra Waas saat menerima kunjungan Yayasan Buddha Tzu Chi di Medan, Rabu.

Baca juga: SMF resmikan pembangunan rumah layak huni di Medan

Ia mengatakan renovasi rumah yang dilakukan Buddha Tzu Chi merupakan bentuk nyata gerakan gotong royong renovasi Rumah Merah Putih yang diinisiasi oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Menurut dia, program tersebut upaya bersama dalam mewujudkan rumah layak huni bagi masyarakat Kota Medan.

"Kehadiran program bedah rumah 500 unit ini adalah langkah awal yang luar biasa. Di Medan tercatat 61.000 rumah butuh perhatian," kata dia.

Rico Waas dalam kesempatan itu mengusulkan pembagian kuota renovasi dilakukan secara merata agar dampak perbaikan lebih baik, termasuk fleksibilitas anggaran.

Ia meminta agar tim dapat memastikan rumah yang diperbaiki memiliki dokumen hukum yang aman dan lengkap sesuai data pemerintah.

Rico Waas berharap kerja sama ini bersifat fleksibel, sehingga penyesuaian-penyesuaian teknis dapat dilakukan demi hasil yang maksimal.

Baca juga: 32.953 warga Medan gunakan layanan kesehatan gratis di rumah sakit

Baca juga: Damkarmat kerahkan sebelas armada padamkan 21 rumah di Kota Medan

"Pemkot Medan akan mengarahkan program ini kepada masyarakat yang masuk dalam kategori Desil 1 dan Desil 2 masyarakat dengan tingkat kesejahteraan terendah," ujarnya.

Ketua Tzu Chi Sumatera Utara Mujianto, yang didampingi Ketua Tim Tanggap Darurat Tzu Chi Medan Timmy Jawira menegaskan komitmen yayasan dalam membantu masyarakat prasejahtera di Medan.

"Program ini merupakan bagian dari target besar perbaikan 5.000 rumah di Indonesia. Di Provinsi Sumatera Utara, Kota Medan menjadi fokus utama program tersebut," ujar Mujianto.

Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |