Kunjungi China, Trump akan bahas Taiwan dengan Xi

4 hours ago 5

Tokyo (ANTARA) - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump akan membahas isu Taiwan dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan di Beijing pekan depan, kata Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Selasa (5/5).

"Saya yakin Taiwan akan menjadi topik pembicaraan. Selalu," kata Rubio saat konferensi pers di Gedung Putih, menambahkan bahwa Washington dan Beijing sama-sama memahami posisi masing-masing mengenai wilayah yang memiliki pemerintahannya sendiri itu.

Menjelang pertemuan puncak Trump dengan Xi yang dijadwalkan pada 14 dan 15 Mei, Rubio juga mengatakan AS akan mengangkat isu hak asasi manusia (HAM) di China dan sejumlah isu sensitif lainnya.

Tidak seperti presiden AS lainnya, Trump dikenal menghindari pembahasan topik sensitif yang telah lama ada dalam hubungan bilateral, termasuk Taiwan, yang diklaim China sebagai wilayahnya sendiri dan akan merebut wilayah itu, jika perlu dengan kekerasan.

Selain itu, ketimbang mengkritik China dari sudut pandang ideologis, Trump lebih sering memprioritaskan upaya memaksimalkan manfaat ekonomi bagi AS.

Ketika Trump dan Xi terakhir kali bertemu di Korea Selatan pada Oktober lalu, pembicaraan mereka berfokus pada isu perdagangan. Pada saat itu Trump mengaku tidak membahas soal Taiwan.

Ketika saat ini ditanya apakah kedua presiden itu akan membahas Taiwan, Rubio menyatakan bahwa yang jelas kedua belah pihak tidak ada yang ingin melihat ketidakstabilan di kawasan tersebut.

"Kita tidak ingin terjadi peristiwa yang mengganggu stabilitas terkait Taiwan atau di mana pun di Indo-Pasifik," katanya. "Saya rasa itu menguntungkan kedua belah pihak, yakni AS dan China."

Sumber: Kyodo-OANA

Baca juga: China soroti latihan militer gabungan Filipina-AS-Jepang di LCS

​​​​​​​Baca juga: Presiden China temui pemimpin oposisi Taiwan, tekankan unifikasi

Penerjemah: Asri Mayang Sari
Editor: Primayanti
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |