Jakarta (ANTARA) - TNI AU berupaya mengasah kemampuan para pilot helikopter agar selalu siap menjalankan tugas pertahanan ataupun operasi militer selain perang (OMSP) di segala medan.
Salah satu upaya yang dilakukan TNI AU yakni mengikutsertakan penerbang Grup 2 Heli dalam Latihan Matra Udara I Level II Sarva Gesit-26 yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, Selasa (27/4).
Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsekal Pertama TNI I Nyoman Suadnyana menjelaskan, beberapa heli milik AU diturunkan dalam latihan ini diantaranya Helikopter NAS 332 Super Puma, EC 725 Caracal, EC 120B Colibri, NAS 332 VVIP, serta AW-139.
"Penggunaan berbagai jenis helikopter tersebut menjadi sarana penting dalam menguji kemampuan pilot, awak helikopter, serta unsur pendukung dalam melaksanakan operasi udara secara terpadu," kata dia dalam siaran pers resmi yang diterima ANTARA di Jakarta, Kamis.
Dalam latihan ini, I Nyoman mengatakan para penerbang heli akan menjalankan beberapa skema misi yang menuntut untuk melakukan beberapa manuver terbang.
Beberapa materi latihan yang dilakukan para penerbang yakni Penindak Low Speed Low Altitude (PLSLA), Operasi Evakuasi Medis Udara (OEMU), Operasi Udara Penanggulangan Kebakaran (OUPK), Operasi Mobilitas Udara bagi VIP (OMU), Operasi Udara Pembebasan Sandera (Basra), Combat Search and Rescue (CSAR), serta Operasi Angkutan Udara menggunakan sling load dan penerjunan helibox untuk kebutuhan pasukan.
I Nyoman memastikan, seluruh metode latihan itu digelar dengan memperhatikan standar keamanan demi keselamatan para prajurit dan unit helikopter yang digunakan.
Seluruh rangkaian latihan tersebut, lanjut dia, berjalan dengan aman dan lancar. Dia berharap latihan ini dapat mempertajam kemampuan para pilot dalam menjalankan tugas diberikan negara.
Baca juga: TNI AU perkuat pertahanan udara dengan skuadron tempur di Sultra
Baca juga: TNI AU perkuat kerja sama bidang pertahanan dengan AU Singapura
Pewarta: Walda Marison
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
















































