Akademisi nilai kekayaan budaya Papua jadi kekuatan di ruang digital

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pakar Geopolitik Universitas Muhammadiyah Indonesia Rasminto menilai kekayaan budaya Papua harus menjadi kekuatan utama dalam membangun citra positif Papua di ruang digital.

Rasminto dalam keterangan diterima di Jakarta, Kamis menyampaikan Papua tidak boleh terus-menerus dipahami hanya dari sudut konflik, kekerasan, separatisme, demonstrasi, dan stigma.

"Papua hari ini berada di persimpangan antara disrupsi digital, perubahan sosial, dan kebutuhan menjaga identitas budaya. Perkembangan teknologi telah membuka ruang baru bagi siapa pun untuk berbicara, menafsirkan, bahkan membangun narasi tentang Tanah Papua," katanya dalam acara FGD Komsos TNI di Jakarta, Rabu (29/4).

Dia menyebut siapa pun kini dapat menjadi media. Sementara, tren viral mampu membentuk opini publik dengan cepat serta batas antara fakta, data, opini, dan hoaks sering menjadi samar.

"Yang diperebutkan di era digital bukan hanya perhatian publik, tetapi juga makna tentang Papua. Jika makna Papua terus dikuasai stigma, maka publik akan melihat Papua dari jarak prasangka," ucap Founder Human Studies Institute (HSI) tersebut.

Rasminto menyampaikan budaya harus ditempatkan sebagai kekuatan dan fondasi masa depan bukan sekadar warisan masa lalu atau pelengkap seremoni, tetapi modal sosial, sumber identitas, perekat solidaritas, dan kekuatan strategis untuk membangun masa depan.

"Papua memiliki kekayaan budaya yang sangat besar, mulai dari wilayah adat, keragaman etnik, bahasa, seni, musik, tarian, arsitektur, sistem kekerabatan hingga tradisi kepemimpinan lokal. Apalagi terdapat keberagaman budaya yang ditunjukkan dengan adanya 262 bahasa di Tanah Papua yang identik dengan keragaman etnik bangsa," ucapnya.

Keragaman bahasa etnik tersebut, tutur dia, merupakan potensi sekaligus kekayaan budaya Papua yang harus dirawat dan diperkenalkan secara lebih luas kepada khalayak publik.

"Keragaman etnik dan bahasa Papua adalah kekayaan yang luar biasa. Ini bukan hanya identitas lokal, tetapi modal budaya yang dapat memperkuat posisi Papua di tingkat nasional maupun kancah global," tutur Rasminto.

Ia menyebut sedikitnya terdapat empat tipe kepemimpinan tradisional di Papua, yakni big man atau pria berwibawa, chiefdom atau penghulu/ondoafi, kerajaan, dan mixed type atau tipe campuran.

"Di Papua, budaya bukan hanya soal tari, musik atau pakaian adat. Di dalam budaya Papua ada sistem pengetahuan, nilai kepemimpinan, penghormatan terhadap alam, solidaritas sosial, dan cara masyarakat menyelesaikan persoalan," ucapnya.

Selain itu, Rasminto mencontohkan konten kreator dapat mengangkat kisah adat, tokoh lokal, bahasa daerah, musik tradisional, tarian, ukiran, kuliner, arsitektur kampung, kehidupan masyarakat pesisir dan pegunungan, praktik gotong royong hingga cerita sukses anak muda Papua di bidang pendidikan, olahraga, seni, dan ekonomi kreatif.

"Konten kreator adalah penjaga persepsi publik. Sebab, dapat mengubah stigma menjadi kebanggaan, konflik dapat diselesaikan menjadi harapan dan marginalisasi menjadi pengakuan," katanya.

Oleh karena itu, Rasminto mendorong penguatan literasi digital bagi kreator muda Papua agar mampu membedakan fakta, data, hoaks, propaganda, dan manipulasi algoritma dengan kolaborasi antara pemerintah, TNI, kampus, komunitas adat, media, pelaku ekonomi kreatif, dan organisasi masyarakat sipil.

"Perlu gerakan konten positif Papua yang tidak hanya reaktif ketika stigma muncul. Gerakan ini harus menjadi kerja bersama untuk menghadirkan Papua sebagai ruang budaya, kreativitas, dan masa depan Indonesia," ujarnya.

Baca juga: Kemenhut bagikan pohon ke Pemprov Papua Pegunungan guna lindungi hutan

Baca juga: RI-China jajaki kerja sama pertanian hingga pendidikan di Papua

Pewarta: Benardy Ferdiansyah/Muhammad Rizki
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |