Tingkat kepuasan layanan mudik Lebaran 2026 capai 84,5 persen

2 weeks ago 8

Jakarta (ANTARA) - Kepuasan publik terhadap kualitas layanan mudik Lebaran 2026 lebih baik dari tahun sebelumnya atau mencapai 84,5 persen, berdasarkan survei nasional oleh Cyrus Network.

Peneliti Utama Cyrus Network Syahril Ilhami dalam paparan daring di Jakarta, Selasa, mengatakan sebanyak 79 persen responden menilai layanan mudik dalam kategori baik dan 5,5 persen sangat baik, sementara 85,5 persen menyatakan penyelenggaraan mudik 2026 lebih baik dibandingkan 2025.

“Berdasarkan pengalaman dan informasi yang diperoleh responden, sebanyak 79 persen responden menilai kualitas layanan mudik 2026 baik dan 5,5 persen menilai sangat baik. Penilaian positif juga terlihat pada penanganan arus balik, dengan 80,4 persen responden menilai baik dan 4,8 persen menilai sangat baik,” ujarnya.

Penilaian positif tersebut juga tercermin dari tingkat kepuasan terhadap kinerja instansi yang terlibat dalam penyelenggaraan mudik dan arus balik.

Baca juga: Istana terima kasih ke masyarakat mudik Lebaran berjalan lancar

“Responden memberikan rating yang sangat baik kepada instansi yang bertugas melayani publik di saat mudik dan balik. Di urutan pertama, ada PT KAI sebesar 93,2 persen, diikuti Kementerian Perhubungan 91,1 persen, ASDP 91,0 persen, Angkasa Pura 90,9 persen, Pelni 90,8 persen, Jasa Marga 88,9 persen, Kepolisian 85,4 persen dan Kementerian Pekerjaan Umum 84 persen,” kata Ilhami.

Survei juga mencatat pola pergerakan pemudik yang masih didominasi perjalanan dalam satu provinsi.

“Mayoritas pemudik bergerak dalam provinsi yang sama, yaitu 70,8 persen. Ini terbagi dalam kabupaten yang sama 32,3 persen dan antarkabupaten 38,5 persen, sedangkan lintas provinsi 29,2 persen,” ujarnya.

Kondisi tersebut berbanding lurus dengan pilihan moda transportasi yang masih didominasi kendaraan pribadi, terutama sepeda motor.

Baca juga: Indikator: Pemudik nilai layanan mudik 2026 memuaskan

“Motor menjadi pilihan utama sekitar 55,9 persen, diikuti mobil pribadi 26,7 persen. Penggunaan transportasi umum relatif lebih rendah,” katanya.

Menurut Ilhami, alasan penggunaan sepeda motor antara lain lebih cepat, hemat biaya, serta keterbatasan alternatif transportasi.

“Alasan utama penggunaan sepeda motor antara lain karena lebih cepat 39,6 persen, lebih hemat biaya 19,1 persen, tidak memiliki alternatif lain 17,1 persen, lebih nyaman 12,6 persen, serta lebih santai 11,6 persen," ujarnya.

Dominasi kendaraan pribadi juga berdampak pada rendahnya pemanfaatan program diskon tiket dan tarif tol. Hanya 8,7 persen responden yang memanfaatkan program tersebut, sementara 84,3 persen tidak merasakan manfaatnya.

Baca juga: Indikator: Kepuasan publik mudik Lebaran 2026 capai 80,8 persen

Meski demikian, dari responden yang memanfaatkan program tersebut, sebanyak 90,3 persen menyatakan puas dan sangat puas.

Survei dilakukan pada 1–5 April 2026 dengan melibatkan 1.260 responden di 126 desa atau kelurahan di 38 provinsi menggunakan metode pengambilan sampel acak bertingkat (multistage random sampling) dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin kesalahan sekitar 2,82 persen.

Pewarta: Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |