Muara Teweh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah secara resmi melepas keberangkatan sebanyak 113 calon haji di antaranya calon haji termuda berusia 21 tahun dan tertua 95 tahun.
“Selamat kepada seluruh jamaah calon haji. Ulun (saya) berpesan agar seluruh jamaah senantiasa menjaga kesehatan, mengikuti arahan petugas haji, disiplin, dan saling tolong menolong selama pelaksanaan ibadah,” kata Bupati Barito Utara Shalahuddin di Muara Teweh, Jumat.
Shalahuddin menyampaikan ucapan selamat kepada jamaah calon haji yang akan segera berangkat menuju tanah suci. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya menjaga kondisi fisik dan mental selama menjalankan ibadah haji, mengingat cuaca ekstrem serta tingginya jumlah jamaah di Arab Saudi.
Ia juga mengingatkan agar jamaah senantiasa menjaga nama baik daerah selama berada di tanah suci serta memanfaatkan setiap kesempatan ibadah dengan sebaik-baiknya.
Momentum pelepasan ini menjadi momen penuh haru dan kebanggaan, mengingat perjalanan haji merupakan panggilan suci yang dinantikan umat Muslim. Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jamaah diberikan kelancaran, keselamatan, serta kembali ke tanah air sebagai haji yang mabrur.
"Kami berharap seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar serta membawa keberkahan bagi daerah sekembalinya dari tanah suci," ujar Shalahuddin.
Baca juga: Perjuangan abdi dalem Pakualaman wujudkan mimpi berhaji
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh Barito Utara Alpiansah menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh jamaah calon haji yang telah sampai pada tahap persiapan akhir keberangkatan.
“Alhamdulillah, seluruh tahapan persiapan telah kita laksanakan dengan baik. Kini Bapak dan Ibu tinggal menunggu waktu keberangkatan. Ini adalah momen yang patut disyukuri setelah penantian panjang, bahkan lebih dari 10 tahun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pada tahun 1447 Hijiriah atau 2026, Kabupaten Barito Utara memberangkatkan sebanyak 113 jamaah yang terdiri dari 57 laki-laki dan 56 perempuan. Jumlah tersebut mengalami pengurangan sekitar 10 orang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai kisaran 123 hingga 125 jamaah.
Menurutnya, pengurangan kuota tersebut merupakan dampak kebijakan percepatan masa tunggu yang diterapkan secara nasional, sehingga setiap kabupaten mengalami penyesuaian sesuai ketentuan yang berlaku.
Dari sisi usia, jemaah termuda tahun ini berusia 21 tahun dan tertua 95 tahun. Ia menegaskan bahwa keberangkatan jamaah usia muda terjadi karena pelimpahan porsi dari anggota keluarga yang meninggal dunia atau sakit permanen, sesuai regulasi pemerintah.
Selain itu, pemerintah terus melakukan peningkatan pelayanan, termasuk distribusi kartu identitas jemaah sejak di bandara guna meminimalisir kendala teknis saat di tanah suci. Ke depan, pemerintah juga merencanakan pembangunan perkampungan haji untuk meningkatkan kenyamanan jamaah Indonesia.
Berdasarkan jadwal pemberangkatan, jemaah asal Kabupaten Barito Utara tahun ini tergabung dalam Kloter 7 Gelombang I, yang akan diterbangkan dari Embarkasi Banjarmasin,Kalimantan Selatan langsung menuju Madinah Al-Munawwarah.
Baca juga: Kemenhaj kaji embarkasi haji tanpa asrama di Dhoho Kediri
Baca juga: Jumlah calon haji Situbondo bertambah jadi 998 orang
Pewarta: Kasriadi
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































