Jayapura (ANTARA) - Tim gabungan yang terdiri dari personel Satgas Operasi Damai Cartenz 2026 dan Polda Papua membongkar jaringan jual beli senjata api dan amunisi yang akan dipasok ke KKB Yahukimo dan Yalimo.
Terbongkarnya kasus tersebut setelah tim melakukan penangkapan terhadap lima orang pelaku di berbagai wilayah di sekitar Papua.
Kasatgas Humas Damai Cartenz Kombes Pol Yusuf Sutejo di Jayapura, Sabtu mengatakan, penangkapan yang terjadi Kamis (12/3) di Kota Jayapura dan Kabupaten Jayapura.
Awalnya ditangkap delapan orang yang diduga terlibat dalam jaringan tersebut beserta sejumlah barang bukti seperti senjata api rakitan, ratusan amunisi, magasin, serta beberapa barang lain yang berkaitan dengan aktivitas para pelaku.
Dari delapan orang yang ditangkap itu lima diantaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni SP (38) yang berperan sebagai pencari sekaligus pembeli senjata api rakitan dan amunisi, OB (22) alias Bakuru yang diketahui sebagai penyumbang dana untuk pembelian senjata rakitan dan amunisi dengan nilai sekitar Rp122 juta rupiah.
Kemudian YP (35) berperan sebagai penyumbang dana pembelian amunisi sekitar Rp13 juta rupiah dan MKM (39) berperan sebagai turut serta membantu mengantarkan dan mempertemukan pihak pembeli dengan penjual senjata api rakitan, dan DK (35) bertindak sebagai perantara dalam transaksi senjata api dan amunisi.
"Sedangkan tiga orang lainnya yang sebelumnya diamankan saat ini masih berstatus sebagai saksi karena perannya masih didalami penyidik," kata Kombes Yusuf.
Ditambahkan, barang bukti yang diamankan yaitu satu pucuk senjata api rakitan laras panjang, 298 butir amunisi berbagai kaliber, lima buah magasin senjata, beberapa unit telepon genggam, serta tas dan dokumen identitas yang diduga berkaitan dengan aktivitas para pelaku.
"Modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan mengutus beberapa orang dari wilayah pegunungan menuju Jayapura untuk mencari jaringan atau para pihak yang dapat menyediakan senjata api dan amunisi dan bila sudah diperoleh senpi dan amunisi akan dibawa ke wilayah operasi," kata Kombes Yusuf.
Baca juga: Satgas ODC olah TKP penembakan karyawan PT Freeport di Tembagapura
Baca juga: Satgas ODC tangkap lima KKB penyuplai logistik dan amunisi di Nabire
Pewarta: Evarukdijati
Editor: Tasrief Tarmizi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































