Thomas Partey tak bisa bela Ghana ketika hadapi Panama

6 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Gelandang Thomas Partey tak bisa membela Timnas Ghana ketika menghadapi Panama pada pertandingan Grup L Piala Dunia 2026 di Stadion Toronto, Toronto, Kanada, Rabu (17/6) waktu setempat.

Dikutip dari OneFootball, Sabtu, Partey tak bisa terbang menuju Kanada sebab aplikasi visa terbarunya ditolak oleh otoritas setempat.

FIFA tidak menjelaskan alasan spesifik kenapa Partey mengapa aplikasi visanya ditolak oleh Kanda, namun diyakini ini berkaitan atas gugatan pemerkosaan yang pernah dihadapi pemain berusia 32 tahun tersebut.

"FIFA dapat mengkonfirmasi bahwa pemain Thomas Partey tidak akan dapat melakukan perjalanan dari markas Ghana di Boston, AS, ke Kanada untuk pertandingan pembukaan mereka melawan Panama pada hari Rabu, 17 Juni, karena permohonan visanya telah ditolak oleh pemerintah Kanada," bunyi pernyataan resmi FIFA.

Baca juga: Partey gabung Villarreal saat bebas bersyarat kasus pemerkosaan

"FIFA tidak terlibat dalam proses imigrasi negara tuan rumah, termasuk penerbitan visa. Seperti halnya acara FIFA sebelumnya, pemerintah tuan rumah pada akhirnya menentukan siapa yang menerima visa dan diizinkan masuk ke negara tersebut," masih dalam pernyataan resmi tersebut.

Meski terancam absen pada laga kontra Panama, Partey masih bisa bermain membela Ghana pada pertandingan menghadapi Inggris dan Kroasia karena kedua laga tersebut berlangsung di Amerika Serikat.

Sebelumnya mantan gelandang Arsenal itu pernah mengalami kasus hukum serupa, akan tetapi dinyatakan tidak bersalah pada 2020 dan 2022 lalu.

Absennya Partey pada laga menghadapi Panama tentu merupakan kehilangan yang besar bagi Ghana terlebih pemain tersebut menjadi sosok penting untuk skuad asuhan Carlos Queiroz.

Partey telah memiliki 57 penampilan di berbagai ajang bersama Timnas Ghana dan menyumbangkan 10 gol serta delapan assist dari total 4.744 menit bermain.

Baca juga: Profil timnas Ghana, wakil Afrika yang ingin mengulang sejarah manis

Pewarta: Aldi Sultan
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |