Jakarta (ANTARA) - Sejauh ini hanya Arab Saudi yang menjadi tim Asia yang langsung menggebrak dalam debut Piala Dunia ketika memenangkan dua pertandingan fase grup untuk lolos ke babak 16 Besar Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Pencapaian itu berbeda jauh dari Qatar yang, dibandingkan dengan negara-negara Asia lain yang pertama kali lolos ke putaran final Piala Dunia, debutnya dalam Piala Dunia adalah yang paling tidak menarik.
Mereka kalah dalam ketiga pertandingan fase grup Piala Dunia 2022 setelah kebobolan tujuh gol dan hanya membuat satu gol.
Jepang juga kalah dalam tiga laga fase grup setelah kebobolan empat gol dan memasukkan satu gol dalam debutnya pada Piala Dunia 1998.
Namun, setidaknya Jepang tidak mengalami hal itu di kandangnya, yang berbeda dari Qatar yang mengalami ketiga kekalahan itu di rumah sendiri ketika menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022.
Begitu Jepang giliran menjadi tuan rumah pada 2002 bersama Korea Selatan, Samurai Biru membuat lompatan besar dengan memenangkan dua pertandingan fase grup sehingga masuk babak 16 besar.
Bisakah Qatar melakukan hal seperti dilakukan Jepang? Apakah kinerja Si Merah Marun meningkat dalam partisipasi keduanya pada Piala Dunia?
Namun, pertanyaan yang sangat mengganggu Qatar adalah pantaskah mereka berada di putaran final Piala Dunia 2026?
Pertanyaan ini diajukan karena bersama Arab Saudi, Qatar lolos ke Piala Dunia 2026 dalam situasi kompetisi yang tak begitu fair.
Mengapa tak begitu fair? Karena mereka bertanding di negeri sendiri dalam babak tiebreaker kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia yang sepantasnya dilangsungkan di tempat netral atau menggunakan sistem kandang-tandang seperti diatur FIFA.
Untuk itu, pertandingan kedua Grup B di Santa Clara, California, Amerika Serikat bisa dibilang sebagai upaya Qatar menjawab keraguan atas kepantasan mereka lolos ke putaran final.
Upaya menjawab keraguan itu sendiri tampaknya tak akan cepat-cepat terjawab, mengingat Qatar langsung dihadapkan dengan favorit juara Grup B, Swiss.
Baca juga: Profil timnas Qatar, kekuatan baru Asia di Piala Dunia 2026
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































