Caracas (ANTARA) - Penjabat Presiden Venezuela Delcy Rodriguez pada Jumat (26/6) mengumumkan pembentukan pusat pendaftaran sukarelawan di Caracas, ibu kota Venezuela, guna mendukung upaya tanggap darurat menyusul dua gempa bumi bermagnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang negara itu pada Rabu (24/6).
Berbicara melalui sambungan telepon dalam siaran televisi pemerintah, Rodriguez mengatakan pusat pendaftaran tersebut akan dibuka pada pukul 19.00 waktu setempat (06.00 WIB hari berikutnya) di arena Poliedro de Caracas, yang berada di Caracas selatan. Para sukarelawan yang mendaftar nantinya akan dikelompokkan berdasarkan keahlian dan kemampuan mereka untuk membantu penanganan bencana.
Rodriguez juga mengimbau masyarakat yang tidak terlibat dalam operasi penyelamatan maupun pengamanan agar menjauh dari Negara Bagian La Guaira, wilayah yang mengalami dampak terparah akibat gempa.
Dia menegaskan kembali bahwa pembatasan tersebut diberlakukan untuk mencegah kemacetan di jalan raya sehingga tim keamanan dan penyelamatan dapat menjangkau wilayah terdampak tanpa hambatan.
La Guaira, yang telah ditetapkan sebagai kawasan bencana, sebelumnya menerima bantuan dari para sukarelawan Venezuela yang datang untuk membantu operasi penyelamatan, mendistribusikan bantuan logistik, serta mendampingi warga terdampak.
Rodriguez mengatakan bahwa selain La Guaira, sejumlah wilayah lain termasuk Caracas serta negara bagian Miranda, Carabobo, Falcon, dan Aragua juga terdampak gempa. Namun, dia menekankan bahwa "upaya terbesar saat ini difokuskan di Negara Bagian La Guaira dan di Caracas."
Dalam sambungan telepon tersebut, Rodriguez juga menyampaikan bahwa pemerintah tengah mengerahkan tim penyelamat internasional ke wilayah terdampak.
Dia turut menyampaikan apresiasi kepada komunitas internasional atas dukungan yang diberikan. Menurutnya, tim penyelamat telah tiba dari El Salvador, Meksiko, Republik Dominika, Swiss, Ekuador, Spanyol, Chile, Kolombia, dan Amerika Serikat.
Pewarta: Xinhua
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































