Palu (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng) menjamin seluruh biaya pendidikan bagi dokter spesialis yang lolos program Berani Cerdas untuk ditempatkan dan mengabdi di daerah terpencil.
"Untuk saat ini kita akan membiayai sepenuhnya pendidikan enam dokter spesialis program Berani Cerdas," kata Wakil Gubernur Sulteng Reny Arniwaty Lamadjido di Kota Palu, Sabtu.
Baca juga: Sulteng masifkan program Berani Cerdas demi perbanyak dokter spesialis
Reny mengatakan para dokter spesialis yang masuk program Berani Cerdas akan ditempatkan atau mengabdi di daerah yang betul-betul membutuhkan dan belum memiliki dokter spesialis.
Pada tahap awal, pemerintah provinsi akan memberikan beasiswa penuh bagi enam peserta beasiswa program Berani Cerdas. Masing-masing tiga dokter bedah dan penyakit dalam.
Eks Pelaksana tugas (Plt) Direktur RSUD Undata Palu tersebut mengatakan implementasi program Berani Cerdas salah satunya dikarenakan keterbatasan atau kemampuan keuangan daerah untuk membiayai pendidikan dokter spesialis yang tergolong tinggi.
"Kenapa kami harus membiayai ini? Karena, kabupaten banyak yang belum bisa membiayai, sehingga Pak Gubernur mengambil alih," ujarnya.
Program Berani Cerdas merupakan salah satu gagasan unggulan Pemerintah Provinsi Sulteng dengan memprioritaskan akses pendidikan merata, termasuk sekolah gratis, bantuan seragam, sepatu, biaya sumbangan pembinaan pendidikan serta beasiswa pendidikan tinggi bagi anak dari keluarga kurang mampu.
Baca juga: Sulteng perkuat pemerataan akses pendidikan lewat Berani Cerdas
Baca juga: Pemprov Sulteng: Beasiswa Berani Cerdas telah jangkau 23.569 penerima
Kesembilan program tersebut merupakan upaya pemerintah provinsi setempat dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah berharap seluruh program itu dapat berjalan optimal melalui sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten dan kota, sehingga manfaat pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat.
Pewarta: Muhammad Zulfikar
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































