Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Melki Laka Lena mengatakan berdasarkan laporan terakhir yang diterima sebanyak lima orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa dengan magnitudo 7,7 di Mbay, Kabupaten Nagekeo.
“Berdasarkan informasi yang saya terima saat ini, jumlah korban meninggal sudah lima orang,” katanya di Kupang, Sabtu.
Baca juga: Basarnas evakuasi tiga korban reruntuhan bangunan akibat gempa NTT
Hal ini disampaikan Gubernur NTT saat menggelar jumpa pers bersama pihak terkait mulai dari BMKG, BPBD, SAR, serta TNI, Polri untuk penanganan lanjutan dampak gempa di Flores.
Dia mengatakan korban yang meninggal dunia itu dua diantaranya di Maumere, Kabupaten Sikka dan tiga lagi di Kabupaten Manggarai.
Korban yang meninggal, katanya, diduga akibat reruntuhan bangunan yang ambruk saat gempa bumi terjadi di daerah itu.
“Tetapi, kami akan pastikan lagi penyebabnya karena apa,” ujar dia.
Melki menambahkan data detail terkait korban jiwa mulai dari meninggal dunia dan luka-luka akan disampaikan sekembalinya dari Flores.
Baca juga: BNPB: Dua meninggal dunia akibat gempa Nagekeo NTT
Baca juga: BNPB: 520 warga terdampak gempa NTT dan tak ada korban jiwa
“Siang nanti kami akan berangkat ke Flores dan sore nanti kami sampaikan update-nya lagi, mulai dari korban jiwa serta kerusakan,” tambah dia.
Terkait kerusakan, ujar dia, saat in beberapa ruas jalan di Flores juga putus serta longsor akibat gempa tersebut.
Pewarta: Kornelis Kaha
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































