Jakarta (ANTARA) - Kopi kerap dianggap sebagai minuman yang bisa menyebabkan dehidrasi. Anggapan ini muncul karena kafein memiliki efek diuretik, yaitu dapat membuat tubuh lebih banyak mengeluarkan urine.
Karena itu, tidak sedikit orang yang menganggap minum kopi sama saja dengan mengurangi cairan tubuh. Namun, apakah anggapan tersebut benar?
Faktanya, hubungan antara kopi, kafein dan dehidrasi tidak sesederhana itu.
Kafein memiliki efek diuretik yang dapat meningkatkan produksi urine, terutama jika dikonsumsi dalam jumlah cukup tinggi. Namun, peningkatan urine tersebut tidak otomatis berarti tubuh mengalami dehidrasi.
Sebuah tinjauan mengenai kafein dan keseimbangan cairan menemukan bahwa konsumsi kafein dalam dosis besar, sekitar 250-300 miligram atau setara dengan beberapa cangkir kopi, dapat meningkatkan produksi urine dalam jangka pendek. Efek tersebut lebih terlihat pada orang yang sebelumnya tidak terbiasa mengonsumsi kafein.
Sementara itu, orang yang rutin mengonsumsi kopi atau minuman berkafein cenderung mengalami toleransi terhadap efek diuretik tersebut.
Artinya, tubuh tidak serta-merta kehilangan cairan dalam jumlah yang lebih besar daripada cairan yang masuk melalui minuman kopi.
Baca juga: Bahaya kopi sachet bagi yang terlalu sering meminumnya, ini risikonya!
Kopi tetap menyumbang cairan bagi tubuh
Ini bagian yang sering disalahpahami. Kopi tetap merupakan minuman yang sebagian besar terdiri dari air sehingga ikut menyumbang asupan cairan harian.
Sebuah penelitian yang membandingkan konsumsi kopi dengan air pada peminum kopi rutin menemukan tidak ada perbedaan signifikan dalam jumlah total air tubuh maupun sejumlah indikator hidrasi. Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah sedang pada orang yang sudah terbiasa minum kopi memiliki efek hidrasi yang serupa dengan air.
Dengan kata lain, secangkir kopi tidak otomatis membuat tubuh kehilangan lebih banyak cairan daripada yang diperoleh dari minuman tersebut.
Penelitian lain juga menemukan bahwa konsumsi kafein secara rutin tidak menyebabkan tanda-tanda kekurangan cairan pada peserta yang sehat.
Jadi, kopi tidak membuat tubuh dehidrasi?
Untuk konsumsi dalam jumlah sedang, kopi tidak terbukti menyebabkan dehidrasi pada orang sehat.
Meski kafein memiliki efek diuretik, efek tersebut tidak selalu cukup besar untuk membuat tubuh mengalami kehilangan cairan secara keseluruhan. Bahkan, penelitian menunjukkan kopi dapat berkontribusi terhadap kebutuhan cairan tubuh sehari-hari.
Namun, bukan berarti kopi bisa menggantikan air sepenuhnya.
Air tetap menjadi pilihan utama untuk memenuhi kebutuhan cairan tubuh. Terlebih ketika tubuh sedang kehilangan banyak cairan akibat cuaca panas, aktivitas fisik atau kondisi tertentu, demikian merangkum dari sejumlah sumber.
Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari
Baca juga: Kenapa saat stres kita ingin minum kopi? Ini alasannya
Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































