Kenapa saat stres kita ingin minum kopi? Ini alasannya

4 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Saat sedang banyak pikiran, sebagian orang punya kebiasaan mencari sesuatu yang membuat tubuh terasa lebih nyaman. Bagi pencinta kopi, pilihannya bisa berupa secangkir kopi sambil bekerja, mengerjakan tugas, atau sekadar duduk sejenak untuk menenangkan diri.

Kebiasaan tersebut bukan sepenuhnya tanpa alasan. Kopi, terutama karena kandungan kafeinnya, memang dapat memengaruhi sistem saraf dan kondisi mental dalam jangka pendek. Kafein dapat meningkatkan kewaspadaan, perhatian dan pada sebagian orang memberikan efek positif terhadap suasana hati.

Lantas, kenapa kopi terasa seperti teman yang pas ketika sedang stres? Dan apakah kopi benar-benar bisa memperbaiki mood?

Baca juga: Cara membuat Mont Blanc coffee di rumah, lengkap dengan resep

Kafein membuat tubuh lebih waspada

Salah satu alasan orang mencari kopi ketika sedang stres atau lelah adalah efek kafein yang dapat membuat tubuh terasa lebih terjaga.

Kafein bekerja terutama dengan menghambat reseptor adenosin di otak. Adenosin merupakan senyawa yang berkaitan dengan munculnya rasa lelah dan kantuk. Ketika aktivitas adenosin dihambat, seseorang bisa merasa lebih waspada dan berenergi.

Efek tersebut bisa terasa membantu ketika stres membuat seseorang merasa lelah, kurang bersemangat atau sulit berkonsentrasi.

Jadi, bukan berarti kopi langsung "menghilangkan" stres. Kafein lebih tepat dikatakan memberikan dorongan sementara pada kewaspadaan dan energi.

Ada kaitannya dengan suasana hati

Selain meningkatkan kewaspadaan, kafein juga dapat memengaruhi mood.

Sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi kafein dalam jumlah rendah hingga sedang dapat berkaitan dengan peningkatan mood dan fungsi kognitif. Harvard T.H. Chan School of Public Health juga mencatat bahwa kopi dan kafein dapat memberikan efek jangka pendek terhadap kewaspadaan dan suasana hati.

Hal ini dapat menjelaskan mengapa secangkir kopi terasa seperti "penolong kecil" ketika seseorang sedang menghadapi hari yang melelahkan.

Namun, efeknya tidak sama pada setiap orang. Ada yang merasa lebih tenang dan fokus, sementara orang lain justru menjadi lebih gelisah setelah mengonsumsi kafein.

Baca juga: Apa Itu dirty latte? Kopi susu dingin dengan espresso di atas

Kebiasaan minum kopi juga bisa memberikan rasa nyaman

Hubungan antara kopi dan mood tidak hanya soal kafein.

Bagi sebagian orang, minum kopi sudah menjadi bagian dari rutinitas. Aroma kopi, rasa yang familiar, hingga kebiasaan duduk sebentar sambil menikmati minuman tersebut dapat memberikan jeda dari aktivitas yang sedang membuat stres.

Dengan kata lain, rasa nyaman yang muncul setelah minum kopi bisa berasal dari gabungan efek kafein dan pengalaman yang sudah terbentuk dari kebiasaan sehari-hari.

Ini juga menjelaskan mengapa seseorang bisa merasa lebih baik hanya dengan mengambil waktu sejenak untuk menikmati kopi, meskipun efek kafeinnya sendiri belum tentu menjadi faktor utama.

Tapi kopi juga bisa membuat sebagian orang lebih cemas

Di sinilah hubungan kopi dan stres menjadi sedikit rumit.

Kafein memang dapat membuat seseorang lebih waspada, tetapi pada orang yang sensitif, terlalu banyak kafein justru dapat meningkatkan rasa gelisah, gugup atau sulit merasa tenang. Sejumlah tinjauan penelitian menunjukkan dosis kafein yang tinggi dapat memperburuk gejala kecemasan pada sebagian orang.

Karena itu, ketika sedang stres, menambah kopi terus-menerus belum tentu membuat kondisi menjadi lebih baik.

Apalagi, kafein dapat bertahan selama beberapa jam di dalam tubuh. Jika dikonsumsi terlalu sore atau malam, tidur bisa ikut terganggu. Padahal, tidur yang kurang baik dapat membuat tubuh semakin sulit menghadapi stres pada hari berikutnya.

Baca juga: Kopi sebelum olahraga, apa benar bisa bikin performa lebih optimal?

Mengapa ingin kopi saat sedang stres?

Keinginan minum kopi saat stres bisa muncul dari beberapa hal sekaligus.

Pertama, tubuh mungkin sedang lelah dan membutuhkan dorongan kewaspadaan. Kedua, seseorang sudah terbiasa mengaitkan kopi dengan aktivitas yang membuatnya merasa nyaman. Ketiga, efek kafein yang meningkatkan kewaspadaan dapat membuat pekerjaan terasa lebih mudah dilakukan ketika sedang kelelahan.

Ada pula faktor kebiasaan. Orang yang rutin mengonsumsi kafein dapat mengalami gejala seperti sakit kepala, lelah, mudah marah atau suasana hati yang menurun ketika tiba-tiba tidak mendapat asupan kafein.

Akibatnya, minum kopi bisa terasa seperti cara untuk mengembalikan kondisi tubuh ke keadaan yang dianggap normal.

Jadi, apakah kopi bisa menghilangkan stres?

Kopi dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan pada sebagian orang memperbaiki mood untuk sementara, tetapi bukan berarti kopi merupakan solusi untuk mengatasi stres.

Efek kafein terhadap mood juga sangat individual. Jumlah konsumsi, sensitivitas tubuh dan kondisi seseorang dapat memengaruhi hasilnya. Bahkan, konsumsi berlebihan justru berpotensi meningkatkan kecemasan atau mengganggu tidur.

Karena itu, ketika sedang stres, kopi sebaiknya tidak dijadikan satu-satunya cara untuk merasa lebih baik. Beristirahat, tidur cukup, melakukan aktivitas yang menyenangkan dan berbicara dengan orang yang dipercaya tetap menjadi bagian penting dalam menghadapi stres.

Secangkir kopi boleh menjadi teman untuk menemani hari yang berat. Namun, kalau tubuh terus-menerus meminta kopi karena merasa lelah atau sulit menghadapi aktivitas, mungkin yang perlu diperhatikan bukan hanya kopinya, tetapi juga kualitas istirahat dan sumber stres yang sedang dihadapi.

Baca juga: Bahaya kopi sachet bagi yang terlalu sering meminumnya, ini risikonya!

Baca juga: 8 tanda kebanyakan minum kopi yang sering tidak disadari

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |