Sulit tidur? Hindari 7 makanan & minuman ini sebelum berbaring

4 hours ago 6

Jakarta (ANTARA) - Memilih makanan sebelum tidur perlu diperhatikan karena jenis dan waktu makan dapat memengaruhi kualitas tidur serta memicu gangguan pencernaan pada sebagian orang.

Makan dalam porsi besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat tubuh masih bekerja mencerna makanan ketika seharusnya beristirahat. Kondisi tersebut juga dapat meningkatkan risiko refluks asam, terutama ketika seseorang langsung berbaring setelah makan.

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sebaiknya dibatasi menjelang tidur.

1. Makanan pedas

Makanan pedas dapat memicu rasa panas di dada, gangguan pencernaan, dan refluks asam pada sebagian orang. Selain itu, makanan pedas dapat meningkatkan suhu tubuh sehingga berpotensi mengganggu kualitas tidur.

Bagi orang yang memiliki masalah asam lambung, makanan pedas sebaiknya tidak dikonsumsi dalam beberapa jam sebelum tidur.

Baca juga: Posisi tidur yang baik untuk kesehatan, mana yang paling dianjurkan?

2. Makanan berlemak dan gorengan

Gorengan, makanan cepat saji, daging berlemak, serta makanan tinggi lemak dapat dicerna lebih lama. Mengonsumsinya dalam jumlah besar menjelang tidur berpotensi membuat perut terasa penuh dan meningkatkan risiko refluks.

Makanan tinggi lemak juga dikaitkan dengan kualitas tidur yang kurang baik dalam sejumlah penelitian.

3. Makanan dan minuman berkafein

Kopi bukan satu-satunya sumber kafein. Teh, minuman energi, cokelat, soda tertentu, dan sejumlah produk lainnya juga dapat mengandung kafein.

Kafein merupakan stimulan yang dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk. Bahkan, konsumsi kafein enam jam sebelum waktu tidur masih dapat memengaruhi kualitas tidur pada sebagian orang.

Karena sensitivitas setiap orang berbeda, orang yang mudah mengalami gangguan tidur dapat mempertimbangkan untuk menghentikan konsumsi kafein lebih awal pada sore atau malam hari.

Baca juga: Kenapa pikiran selalu aktif saat mau tidur? Ini penyebab dan cara mengatasinya

4. Makanan tinggi gula

Makanan dan camilan dengan kandungan gula tambahan tinggi, seperti kue, permen, dan makanan penutup manis, sebaiknya tidak menjadi pilihan utama sebelum tidur.

Pola makan tinggi gula dikaitkan dengan tidur yang lebih ringan dan lebih sering terbangun pada malam hari.

Jika ingin makan camilan pada malam hari, pilihan dengan kandungan gizi lebih baik dapat dipertimbangkan dalam porsi kecil.

5. Makanan dan minuman asam

Tomat, jeruk, serta makanan atau minuman berbahan dasar asam dapat memicu gejala refluks pada orang yang sensitif.

Namun, tidak semua orang memiliki pemicu yang sama. Karena itu, makanan yang menyebabkan gejala sebaiknya dikenali dan dibatasi secara individual.

6. Cokelat

Cokelat mengandung kafein dan senyawa lain yang dapat memengaruhi tidur. Selain itu, cokelat juga termasuk makanan yang dapat memperburuk gejala refluks pada sebagian orang.

Karena itu, konsumsi cokelat dalam jumlah banyak menjelang tidur sebaiknya dihindari, terutama bagi orang yang mudah mengalami sulit tidur atau asam lambung naik.

Baca juga: Sulit tidur? Coba 7 minuman alami yang bisa membantu cepat terlelap

7. Alkohol

Alkohol mungkin membuat seseorang merasa mengantuk lebih cepat, tetapi efeknya tidak selalu menghasilkan tidur yang berkualitas. Konsumsi alkohol dapat membuat tidur lebih terfragmentasi dan menyebabkan seseorang lebih sering terbangun pada malam hari.

Selain itu, alkohol juga dapat memperburuk gejala refluks pada sebagian orang.

Beri jeda sebelum tidur

Selain memperhatikan jenis makanan, waktu makan juga penting. Para ahli menyarankan untuk tidak mengonsumsi makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur. Memberikan jeda sekitar dua hingga tiga jam sebelum berbaring dapat membantu mengurangi risiko gangguan pencernaan dan refluks.

Bagi orang yang mengalami refluks, jeda makan sebelum tidur dapat perlu dibuat lebih panjang, misalnya sekitar tiga hingga empat jam, sesuai kondisi masing-masing.

Jika merasa lapar menjelang tidur, camilan ringan dengan kandungan gizi seimbang dapat menjadi pilihan. Tidak semua orang harus menghindari makan sama sekali sebelum tidur karena kebutuhan setiap individu berbeda.

Pada akhirnya, menjaga kualitas tidur tidak hanya bergantung pada makanan. Jadwal tidur yang teratur, aktivitas fisik, pengelolaan stres, serta pola makan secara keseluruhan juga berperan dalam menjaga kesehatan dan kualitas istirahat.

Baca juga: Sudah tidur 8 jam tapi masih lelah? Ini 8 tanda kualitas tidur buruk

Baca juga: Kenapa bantal tidur cepat menguning? Ini penyebabnya

Pewarta: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |