Kenapa lari makin populer di kota? Ini 8 alasannya

5 hours ago 7

Jakarta (ANTARA) - Lari kini bukan lagi sekadar aktivitas olahraga yang dilakukan oleh atlet atau mereka yang sedang mempersiapkan diri mengikuti lomba. Di tengah gaya hidup masyarakat perkotaan yang serba cepat, lari justru semakin populer sebagai pilihan untuk menjaga kebugaran sekaligus melepas penat.

Pemandangan orang berlari di taman kota, kawasan perkantoran, hingga jalan-jalan tertentu pada pagi atau sore hari pun semakin mudah ditemui. Belum lagi kemunculan berbagai komunitas lari yang membuat aktivitas ini terasa lebih ramai dan menyenangkan.

Fenomena tersebut bukan tanpa alasan. Lari menawarkan sejumlah kelebihan yang cukup cocok dengan kehidupan kaum urban. Mulai dari praktis, fleksibel, relatif mudah dimulai, hingga bisa menjadi aktivitas sosial.

Lantas, kenapa lari begitu diminati masyarakat perkotaan?

1. Praktis dan tidak membutuhkan banyak peralatan

Salah satu daya tarik utama lari adalah kesederhanaannya. Tidak perlu menjadi anggota pusat kebugaran atau memiliki banyak peralatan untuk memulainya.

Pada dasarnya, seseorang hanya membutuhkan pakaian yang nyaman dan sepatu yang sesuai untuk berlari. Setelah itu, aktivitas bisa dilakukan di berbagai tempat yang aman dan memungkinkan, seperti taman, area olahraga, atau lintasan lari.

Bagi kaum urban dengan jadwal yang padat, kesederhanaan ini tentu menjadi nilai plus. Tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk pergi ke tempat olahraga, karena aktivitas dapat dilakukan lebih dekat dengan rumah atau tempat tinggal.

Baca juga: Pelari disarankan memantau detak jantung selama lari maraton

2. Waktunya fleksibel

Kesibukan pekerjaan sering kali membuat olahraga berada di urutan belakang dalam daftar kegiatan sehari-hari. Lari menawarkan fleksibilitas yang cukup tinggi karena tidak harus dilakukan dalam durasi panjang.

Seseorang bisa memilih berlari pada pagi hari sebelum bekerja, sore setelah menyelesaikan aktivitas, atau pada waktu lain yang sesuai dengan rutinitasnya.

Yang terpenting bukan memaksakan durasi atau intensitas tertentu, melainkan membangun kebiasaan aktif secara konsisten sesuai kemampuan tubuh.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut aktivitas fisik secara rutin memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental, termasuk membantu menjaga kesehatan jantung, mengurangi gejala kecemasan dan depresi, serta meningkatkan kesejahteraan.

3. Bisa dilakukan sendirian maupun bersama teman

Lari punya satu kelebihan yang membuatnya berbeda dari sebagian aktivitas olahraga lainnya: bisa dilakukan sesuai gaya masing-masing.

Ada yang menikmati lari sendirian sambil mendengarkan musik, podcast atau sekedar menikmati suasana kota. Ada pula yang justru lebih bersemangat jika berlari bersama teman.

Belakangan, komunitas lari menjadi salah satu bagian yang ikut mendorong popularitas olahraga ini. Berdasarkan laporan Strava Year in Sport 2024, partisipasi dalam klub lari secara global meningkat 59 persen pada 2024. Di Indonesia, jumlahnya bahkan meningkat 83 persen.

Artinya, lari tidak lagi hanya soal berapa kilometer yang berhasil ditempuh. Bagi sebagian orang, aktivitas ini juga menjadi cara untuk bertemu orang baru dan membangun relasi.

Baca juga: 6 manfaat lari di siang hari untuk kesehatan, tak sekadar bakar kalori

4. Sekalian mencari teman dan komunitas

Rutinitas kehidupan perkotaan terkadang membuat interaksi sosial menjadi terbatas. Pekerjaan, perjalanan, dan kesibukan masing-masing membuat kesempatan untuk bertemu teman baru tidak selalu mudah.

Komunitas lari kemudian menjadi semacam ruang sosial baru. Orang-orang dengan minat yang sama bisa bertemu secara rutin, berolahraga bersama, kemudian mengobrol atau melakukan aktivitas lain setelah selesai berlari.

Laporan Strava juga menunjukkan bahwa 58 persen responden survei global mereka mengaku mendapatkan teman baru melalui kelompok olahraga. Ini menunjukkan bahwa olahraga semakin dipandang bukan hanya sebagai aktivitas untuk menjaga kebugaran, tetapi juga sebagai sarana membangun hubungan sosial.

5. Cocok untuk melepas penat setelah bekerja

Bagi pekerja urban, hari-hari bisa dipenuhi dengan rapat, tenggat waktu, perjalanan, dan berbagai tuntutan lainnya. Tidak mengherankan jika olahraga kemudian dicari bukan hanya untuk menjaga kondisi fisik, tetapi juga sebagai cara untuk menyegarkan pikiran.

Lari dapat menjadi salah satu pilihan karena aktivitas fisik berkaitan dengan kesehatan mental. WHO menyebut aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mengurangi gejala kecemasan dan depresi, meningkatkan kesehatan otak, serta mendukung kualitas hidup dan kesejahteraan secara umum.

Itulah sebabnya bagi sebagian pelari, sesi lari setelah bekerja bukan sekadar mengejar target jarak. Ada sensasi "reset" setelah seharian berkutat dengan pekerjaan.

Baca juga: Apa itu pace lari? Ini cara menghitung dan pace ideal untuk pelari pemula

6. Ada rasa puas ketika melihat perkembangan diri

Lari juga menawarkan sesuatu yang menarik: perkembangan yang bisa dirasakan dan dicatat.

Awalnya mungkin hanya mampu berlari beberapa menit sebelum merasa lelah. Setelah rutin berlatih, seseorang bisa saja mampu berlari lebih lama atau merasa lebih nyaman dengan jarak yang sebelumnya terasa berat.

Perkembangan tersebut dapat menjadi motivasi tersendiri. Aplikasi olahraga dan perangkat pintar juga membuat seseorang bisa melihat catatan aktivitas, seperti jarak, durasi, dan perkembangan latihan dari waktu ke waktu.

Namun, penting untuk tidak menjadikan catatan tersebut sebagai tekanan. Kemampuan setiap orang berbeda, sehingga perkembangan diri sebaiknya dibandingkan dengan kondisi sebelumnya, bukan dengan pencapaian orang lain.

7. Bisa sekaligus menikmati suasana kota

Berlari di kawasan perkotaan juga memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan olahraga di dalam ruangan. Rute yang dipilih dapat membawa pelari melewati taman, jalanan kota, kawasan perkantoran, atau ruang terbuka lainnya.

Bahkan, penelitian mengenai pengalaman berlari di lingkungan urban menemukan bahwa pengalaman berlari tidak hanya berkaitan dengan performa, tetapi juga lingkungan, kondisi pikiran, dan keterhubungan sosial.

Dengan kata lain, rute lari bisa menjadi bagian dari pengalaman olahraga itu sendiri. Bagi sebagian orang, melihat suasana kota yang berbeda dari biasanya justru membuat aktivitas terasa lebih menyenangkan.

Baca juga: Berapa pace lari yang bagus untuk pemula? Ini angka ideal dan cara menentukannya

8. Tren lari membuat olahraga terasa lebih seru

Popularitas lari juga tidak terlepas dari perkembangan komunitas, media sosial, acara lari, dan budaya olahraga yang semakin berkembang.

Kini, lari bisa menjadi aktivitas bersama yang memiliki banyak bentuk. Ada yang sekadar jogging santai, mengikuti komunitas, mengejar target pribadi, hingga berpartisipasi dalam ajang lari.

Tren tersebut membuat lari terasa lebih mudah diakses oleh berbagai kalangan. Tidak harus menjadi pelari profesional untuk ikut menikmati aktivitas ini.

Meski begitu, tren tidak seharusnya membuat seseorang merasa harus mengikuti standar tertentu. Lari tetap merupakan aktivitas fisik yang sebaiknya dilakukan sesuai kemampuan dan kondisi tubuh.

Lari bukan sekadar tren

Popularitas lari di kalangan masyarakat urban memang tidak bisa dilepaskan dari tren gaya hidup sehat. Namun, ada alasan yang lebih mendasar mengapa olahraga ini mudah diterima.

Lari relatif sederhana, fleksibel, dapat dilakukan sendiri maupun bersama komunitas, sekaligus memberikan manfaat bagi kesehatan fisik dan mental. WHO sendiri menegaskan bahwa aktivitas fisik secara rutin dapat membantu mencegah berbagai penyakit tidak menular dan meningkatkan kesehatan mental serta kualitas hidup.

Pada akhirnya, lari tidak harus selalu tentang mengejar kecepatan, jarak, atau medali. Bagi kaum urban yang sehari-hari akrab dengan kesibukan, lari bisa sesederhana menyediakan waktu untuk bergerak, menghirup udara luar, bertemu teman, dan memberi jeda bagi tubuh serta pikiran.

Jadi, kalau belakangan semakin sering melihat orang berlari di sekitar kota, mungkin mereka memang sedang mengikuti tren. Namun bisa jadi, mereka juga sedang menemukan cara sederhana untuk membuat hidup yang serba sibuk terasa sedikit lebih seimbang.

Baca juga: Lari 30 menit setiap hari, ini 7 manfaatnya bagi kesehatan

Baca juga: Era baru, hadir sepatu lari berperforma tinggi untuk pemakaian harian

Pewarta: Raihan Fadilah
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |