Banyumas (ANTARA) - Sejumlah sukarelawan asal Belgia yang dikoordinasi Yayasan Tileng Belanda menampilkan tari Lengger Bule dalam Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026 di Lokawisata Baturraden, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu, sebagai bagian pertukaran budaya dengan masyarakat setempat.
Koordinator Yayasan Tileng Belanda (Stichting Tileng) Tekad Santoso mengatakan 12 sukarelawan asal Belgia yang terdiri atas sembilan siswa dan tiga guru mengikuti pertunjukan tersebut di sela kegiatan sukarela mengecat Sekolah Dasar Negeri 2 Kemutug Lor, Kecamatan Baturraden, Banyumas.
"Mereka datang bukan hanya bekerja, juga berwisata dan belajar budaya Banyumas," kata dia yang juga pelaku wisata Baturraden.
Baca juga: Legislator RI dorong Grebeg Suran Baturraden masuk KEN 2027
Menurut dia, para sukarelawan tertarik mengikuti tari lengger setelah mengetahui Festival dan Grebeg Suran Baturraden digelar bertepatan dengan kunjungan mereka ke Baturraden.
Bahkan, kata dia, para sukarelawan itu rela menjalani proses rias sejak pukul 04.00 WIB dan membiayai sendiri kebutuhan rias agar dapat tampil sebagai penari lengger dalam atraksi yang dikenal sebagai "Lengger Bule".
"Mereka sangat antusias. Pengalaman ini benar-benar luar biasa, karena belum pernah melihat, apalagi merasakan langsung kesenian seperti tari lengger," katanya.
Lebih lanjut, dia mengatakan Yayasan Tileng mendatangkan sukarelawan dari Eropa sejak 2017, namun program tersebut sempat terhenti akibat pandemi COVID-19 sebelum kembali berjalan pada 2022-2023 hingga sekarang.
Selain mengikuti pertukaran budaya, para sukarelawan juga menjalankan berbagai kegiatan filantropi di Banyumas.
Hingga kini mereka telah membantu merenovasi empat sekolah dasar, membangun empat taman kanak-kanak, serta empat pendidikan anak usia dini (PAUD).
Tekad mengatakan kontribusi para sukarelawan tersebut membantu masyarakat maupun pemerintah desa dalam meningkatkan sarana pendidikan.
Festival dan Grebeg Suran Baturraden 2026 menjadi ruang perjumpaan budaya antara masyarakat lokal dan wisatawan mancanegara.
Penampilan "Lengger Bule" menjadi salah satu atraksi yang menarik perhatian pengunjung, karena memadukan penari lokal dengan sukarelawan asal Belgia.
Salah seorang sukarelawan asal Belgia, Mieke mengaku terkesan dengan keindahan Baturraden dan keramahan masyarakat yang menyambut kedatangan rombongannya.
Baca juga: Pelaku wisata dan warga gelar Grebeg Suran Baturraden
Baca juga: "Grebeg Suran Baturraden" menjadi daya tarik wisatawan
"Baturraden sangat indah dan masyarakatnya sangat ramah, kami merasakan sambutan yang begitu hangat. Acara ini sangat luar biasa, kami senang bisa menjadi bagian dari budaya Indonesia dan mengenal lebih dekat budaya Indonesia yang begitu indah," katanya.
Dia mengatakan rombongannya berasal dari Sekolah Maricolen di Brugge, Belgia, yang terdiri atas tiga guru dan sembilan siswa.
Mereka telah berada di Baturraden selama dua pekan dan akan mengikuti kegiatan sukarelawan selama tiga pekan.
Selain menikmati kegiatan sosial, dia mengaku sangat menyukai kuliner Indonesia.
Menurut dia, nasi goreng, mi, tempe, ayam, dan aneka buah menjadi makanan favorit selama berada di Banyumas.
Mieke berharap dapat kembali ke Indonesia untuk mengikuti kegiatan sukarelawan dan mempelajari budaya Indonesia lebih mendalam.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































