Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Indonesia menyampaikan ungkapan belasungkawa kepada pemerintah dan rakyat Qatar atas wafatnya Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, Emir Qatar periode 1995-2013.
"Pemerintah Republik Indonesia menyatakan duka cita yang mendalam atas wafatnya Yang Mulia Ayahanda Emir Qatar, Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani," demikian pernyataan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI melalui media sosial X di Jakarta, Minggu.
Indonesia secara khusus menyampaikan pesan duka cita tersebut kepada Emir Qatar Syekh Tamim bin Hamad Al Thani yang juga putra Syekh Hamad, seluruh anggota keluarga kerajaan Al Thani, Pemerintah Qatar, dan rakyat Qatar.
Kabar wafatnya Syekh Hamad di usia 74 tahun telah dikonfirmasi oleh Amiri Diwan, kantor administratif Emir Qatar.
"Dengan hati yang teguh dalam keyakinan terhadap ketetapan dan takdir Allah, Amiri Diwan berduka atas kehilangan besar bagi bangsa ini atas wafatnya Yang Mulia Ayahanda Emir Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani, yang meninggal dunia pagi ini pada usia hampir 74 tahun, semoga Allah merahmatinya," menurut pernyataan kantor tersebut di platform X.
Baca juga: Mantan Emir Qatar Syekh Hamad bin Khalifa Al Thani wafat usia 74 tahun
Syekh Hamad dianggap sebagai pendiri Qatar modern yang tetap berpengaruh dan dicintai di negaranya, bahkan setelah menyerahkan kekuasaan kepada putranya, Syekh Tamim.
Pemerintah Qatar telah menetapkan masa berkabung selama empat hari untuk memperingati wafatnya Syekh Hamad.
"Masa berduka ditetapkan selama empat hari untuk seluruh wilayah negara dalam rangka memperingati wafatnya Sykeh Hamad bin Khalifa Al Thani, dimulai hari ini," demikian menurut pernyataan Pemerintah Qatar di platform X.
Mendiang emir Qatar akan dikebumikan di sebuah pemakaman di Lusail, dengan upacara pemakaman berlangsung pada Minggu setelah shalat maghrib waktu setempat.
Syekh Tamim dijadwalkan menerima ucapan belasungkawa dari para kepala negara, anggota kerajaan, dan masyarakat pada 13-15 Juli.
Baca juga: Qatar sebut dialog tidak langsung AS-Iran capai kemajuan positif
Pewarta: Nabil Ihsan
Editor: Fransiska Ninditya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































