Sudin Tamhut Jakpus tangani 5.674 pohon hingga pekan kedua Juli

1 day ago 9

Jakarta (ANTARA) - Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) Jakarta Pusat mencatat telah memangkas dan menebang 5.674 pohon hingga pekan kedua Juli 2026 sebagai upaya mengurangi risiko pohon tumbang sekaligus menjaga kesehatan vegetasi di ruang terbuka hijau.

Kepala Suku Dinas Tamhut Jakarta Pusat Mila Ananda mengatakan penanganan tersebut meliputi pemangkasan ringan, sedang, berat hingga penebangan terhadap pohon yang dinilai membahayakan berdasarkan hasil pemeriksaan teknis.

"Progres penanganan baik permohonan pangkas, tebang dan pohon tumbang sampai minggu kedua bulan Juli 2026 terdapat sebanyak 5.674 pohon," kata Mila kepada ANTARA di Jakarta, Selasa.

Berdasarkan data Sudin Tamhut Jakarta Pusat, dari total 5.674 penanganan pohon tersebut, pemangkasan sedang menjadi jenis penanganan terbanyak dengan 3.380 pohon.

Selanjutnya, pemangkasan berat mencapai 1.175 pohon, pemangkasan ringan 894 pohon, dan penebangan sebanyak 225 pohon.

Jika dirinci per bulan, penanganan pohon mencapai 1.034 pohon pada Januari, 1.180 pohon pada Februari, 646 pohon pada Maret, 830 pohon pada April, 972 pohon pada Mei, 839 pohon pada Juni, serta 173 pohon hingga pekan kedua Juli.

Mila menjelaskan permohonan penanganan pohon berasal dari berbagai jalur, mulai dari surat yang diajukan masyarakat, instansi pemerintah, pihak swasta, laporan melalui kanal Cepat Respon Masyarakat (CRM), permohonan izin penebangan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), hingga hasil pengawasan tim terhadap pohon yang berpotensi tumbang.

Ia menyebut jumlah penanganan pohon pada tahun ini diperkirakan tidak akan berbeda jauh dengan capaian tahun lalu yang mencapai sekitar 13.000 pohon.

Ia mengatakan mayoritas penanganan pada 2025 berupa pemangkasan sedang, sedangkan pada tahun ini permintaan pemangkasan berat dan penebangan meningkat.

Mila menambahkan peningkatan permohonan penanganan pohon, khususnya kategori pemangkasan berat dan penebangan, dipengaruhi oleh pembangunan infrastruktur pengendalian banjir seperti saluran, rumah pompa, dan jalur pedestrian yang menjadi prioritas pemerintah.

Selain itu, pemangkasan juga berdasarkan hasil deteksi terhadap pohon-pohon tua yang mengalami keropos dan berpotensi membahayakan keselamatan masyarakat.

"Target penanganan pohon jika melihat capaian tahun 2025 sekitar 13.000 pohon yang rata-rata kategori penanganan pangkas sedang, diharapkan tahun ini tidak berbeda jauh dari target tahun lalu," katanya.

Baca juga: Sudin Tamhut Jakut tangani 2.377 pohon bermasalah sepanjang 2026

Baca juga: "Dokter pohon" gencar inspeksi pohon rapuh di Jakbar

Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor: Mentari Dwi Gayati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |