Siswa Indonesia ikuti ekspedisi Rosatom ke Kutub Utara

1 day ago 5

Jakarta (ANTARA) - Siswa SMA Taruna Nusantara di Malang, Galen Athaya Rinaldi Putra (16), akan mewakili Indonesia dalam ekspedisi ke Kutub Utara bertajuk “Icebreaker of Knowledge 2026” bersama kapal pemecah es bertenaga nuklir 50 Let Pobedy.

Para siswa berusia 14 hingga 16 tahun dari 22 negara, termasuk sekitar 100 siswa Indonesia, berpartisipasi dalam Program Pendidikan Internasional Rosatom “Icebreaker of Knowledge”, demikian pernyataan tertulis Rosatom diterima di Jakarta pada Kamis.

Para peserta tersebut berkompetisi untuk mendapatkan kesempatan bergabung dalam ekspedisi ilmiah unik ke Kutub Utara menumpang kapal 50 Let Pobedy yang dioperasikan oleh Rosatom.

Galen Athaya dinyatakan sebagai pemenang dari Indonesia setelah mengikuti tiga tahap proses seleksi internasional program tersebut.

Galen mengatakan bahwa kompetisi tersebut membutuhkan banyak kreativitas terutama dalam membuat video dan menyelesaikan tugas di setiap tahap yang menurutnya menghadirkan tantangan baru.

“Setiap tahap menghadirkan tantangan baru, jadi saya harus terus meningkatkan ide dan keterampilan saya,” kata Galen.

Galen memercayai bahwa ekspedisi tersebut akan menjadi salah satu pengalaman paling signifikan dan tidak terlupakan dalam hidupnya karena itu merupakan kesempatan langka yang tidak semua orang bisa mendapatkannya untuk menjelajahi Kutub Utara.

“Saya berharap dapat menemukan lebih banyak tentang lingkungan Arktik, satwa liarnya, dan menjalin pertemanan baru dari seluruh dunia,” ungkapnya.

Ekspedisi internasional itu akan mempertemukan para siswa sekolah berbakat dari seluruh dunia dan memberi kesempatan unik untuk mengunjungi Kutub Utara, dan memperdalam pemahaman tentang Arktik dan teknologi nuklir modern, serta menyaksikan pengoperasian armada pemecah es bertenaga nuklir satu-satunya di dunia yang dioperasikan oleh Rosatom.

Di atas kapal nuklir pemecah es itu, para peserta akan berpartisipasi dalam program pendidikan dan ilmiah ekstensif yang menampilkan para ahli Rusia dan internasional.

Program tersebut mencakup pemaparan, lokakarya, eksperimen ilmiah, dan kegiatan interaktif yang dirancang untuk menginspirasi generasi ilmuwan, insinyur, dan inovator berikutnya.

Menurut situs goarctic.energy, ekspedisi program “Icebreaker of Knowledge 2026” tersebut akan diselenggarakan dari 1 Agustus hingga 1 September dengan durasi di Kutub Utara diselenggarakan selama 10 hari.

Baca juga: RI dan Rusia perkuat kerja sama industri dan transformasi ekonomi

Pewarta: Cindy Frishanti Octavia
Editor: Bayu Prasetyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |