Pemprov Kaltim matangkan verifikasi lapangan Sangkulirang-Mangkalihat

4 hours ago 2

Samarinda (ANTARA) - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) bersama Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan Berau tengah mematangkan persiapan akhir menjelang verifikasi lapangan bentang alam Sangkulirang-Mangkalihat untuk meraih status sebagai Geopark Nasional.

Sekretaris Daerah Provinsi Kaltim, Sri Wahyuni, di Samarinda, Jumat menjelaskan bahwa Tim Verifikasi Geopark Nasional (TVGN) dijadwalkan turun langsung ke lapangan pada 6–10 Juli 2026.

Verifikasi ini merupakan fase krusial dan penentu sebelum pemerintah pusat mengetok palu keputusan.

"Kami meminta seluruh jajaran perangkat daerah di tingkat provinsi maupun kabupaten untuk mempersiapkan aspek indikator penilaian secara detail. Tunjukkan bahwa kita benar-benar siap membawa Geopark Sangkulirang-Mangkalihat menuju panggung dunia," kata Sri Wahyuni.

Selama lima hari, TVGN akan menyisir sejumlah titik strategis di dua kabupaten yakni Kabupaten Kutai Timur untuk meninjau fenomena alam Mata Air Tangga Bidadari di wilayah Selangkau, mengevaluasi edukasi lingkungan di SD Negeri 002 Kaliorang yang merupakan Sekolah Adiwiyata, serta memeriksa potensi wisata Pemandian Air Panas di Desa Karangan.

Sedangkan peninjauan di Kabupaten Berau: dengan fokus penilaian meliputi Air Panas Pemapak di Kampung Bapinang, serta eksplorasi kawasan wisata pesisir dan bentang alam karst prasejarah di Kecamatan Kelay, Biduk-Biduk, Batu Putih, Biatan, dan Tabalar.

Sebagai penutup rangkaian evaluasi, TVGN dijadwalkan memaparkan hasil verifikasi lapangan secara komprehensif dalam acara ekspose akhir di Tanjung Redeb, Berau.

Pemprov Kaltim optimistis validasi ini akan berjalan lancar dan menjadi batu loncatan penting untuk mengamankan pengakuan global dari UNESCO di masa depan.

Sebagai informasi, Kawasan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat merupakan taman bumi raksasa yang membentang di antara Kutai Timur dan Berau.

Kawasan ini diusulkan menjadi Geopark Nasional karena memiliki salah satu bentang alam karst (batuan kapur) terindah, terbesar, dan paling penting di dunia dengan menggabungkan tiga pilar utama yakni geologi, keanekaragaman hayati, dan kebudayaan.

Proses pengusulan bentang alam ini secara resmi dimulai sejak tahun 2019, Pemprov Kaltim bekerja sama dengan Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) menginisiasi pengusulan melalui tahap awal inventarisasi keragaman geologi.

Pada Tahun 2024, langkah ini membuahkan hasil dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri ESDM yang menetapkan area tersebut sebagai Situs Warisan Geologi (Geosite), mencakup 26 area warisan geologi sebagai fondasi hukum dan ilmiah.

Pada Tahun 2026, usulan memasuki fase krusial akhir melalui verifikasi langsung dokumen dan kesiapan lapangan oleh TVGN pada 6–10 Juli 2026 sebelum ditetapkan resmi oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Pemprov Kaltim siapkan usulan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat

Baca juga: Karst sangkulirang Mangkaliat masuk nominasi warisan dunia

Baca juga: Kaltim jaga ekosistem Air Terjun Lingkacan sebagai warisan geologi

Pewarta: Arumanto
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |