Banjarbaru (ANTARA) - Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto “Titiek Soeharto” meresmikan revitalisasi gudang Perum Bulog berkapasitas 3.500 ton di Kalimantan Selatan untuk memperkuat logistik pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan dan penyerapan hasil panen petani.
“Peresmian gudang tersebut merupakan wujud nyata penguatan infrastruktur logistik pangan sebagai fondasi keberhasilan agenda swasembada pangan nasional,” kata Titiek saat meresmikan gudang Bulog di Banjarbaru, Kalsel, Jumat.
Menurut dia, peningkatan kapasitas penyimpanan dan penyerapan hasil panen petani akan memperkuat cadangan beras pemerintah, menjaga stabilitas pasokan dan harga, serta memastikan hasil produksi petani terserap secara optimal.
“Kalimantan Selatan sebagai salah satu lumbung pangan di Pulau Kalimantan diharapkan semakin berperan strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional dan mewujudkan kemandirian pangan Indonesia,” katanya:
Titiek juga mengapresiasi sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, Badan Pangan Nasional, Kementerian Pertanian, dan Perum Bulog dalam memperkuat sistem logistik pangan nasional di berbagai daerah.
Dia menuturkan pembangunan infrastruktur tersebut perlu diikuti dengan peningkatan efektivitas pengelolaan stok, percepatan distribusi, serta penguatan pelayanan kepada petani dan masyarakat.
Titiek menegaskan Komisi IV DPR RI akan terus mendukung program-program Perum Bulog sepanjang memberikan manfaat bagi petani, bahkan komisi siap mendukung apabila terdapat pengajuan peningkatan anggaran untuk pembangunan Rice Milling Unit di Kalimantan Selatan.
“Semoga gudang ini dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi peningkatan kesejahteraan petani, penguatan ketahanan pangan daerah, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan sebagaimana menjadi prioritas pembangunan nasional,” ujar Titiek Soeharto.
Titiek Soeharto meresmikan revitalisasi gudang Bulog di Kalsel sebagai bagian dari upaya memperkuat sistem logistik pangan nasional, menjaga cadangan pangan pemerintah, serta mendukung agenda swasembada pangan Indonesia.
Berdasarkan data Perum Bulog, gudang hasil Penyertaan Modal Negara (PMN) di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan tersebut, dibangun dengan nilai kontrak Rp12,15 miliar dan telah mencapai realisasi pembangunan 100 persen tanpa deviasi.
Pembangunan dimulai pada 21 April 2025, selesai pada 12 Februari 2026, dan saat ini memasuki masa pemeliharaan hingga 12 Februari 2027.
Baca juga: Bulog buka akses gudang untuk jadi sarana edukasi masyarakat
Baca juga: Mentan: Pembangunan 100 gudang Bulog usia simpan beras hingga 2 tahun
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto “Titiek Soeharto” (tengah) menggunting pita untuk meresmikan revitalisasi gudang Perum Bulog berkapasitas 3.500 ton di Landasan Ulin, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Jumat (3/7/2026). (ANTARA/Tumpal Andani Aritonang)Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































