Seskab Teddy hadiri rapat kebijakan energi dan stimulus ekonomi

1 month ago 9

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menghadiri rapat pembahasan kebijakan energi dan stimulus ekonomi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta, Jumat, sebagai langkah pemerintah menjaga stabilitas harga dan memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional.

Berdasarkan unggahan akun Instagram resmi Sekretariat Kabinet, pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya strategis pemerintah dalam memastikan ketersediaan energi, menjaga daya beli masyarakat, serta mendorong keberlanjutan pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global.

Dalam rapat itu turut dihadiri Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Roeslani, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia, serta Wakil Menteri Sekretaris Negara Juri Ardiantoro.

Rapat tersebut membahas dan menyepakati rencana kebijakan pemerintah yang berfokus pada sektor energi dan stimulus ekonomi sebagai instrumen utama menjaga stabilitas nasional.

Pemerintah memastikan stabilitas ekonomi Indonesia tetap terjaga di tengah ketidakpastian global akibat eskalasi geopolitik dan meningkatnya volatilitas pasar keuangan.

Seebelumnya, Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto mengatakan pemerintah memastikan bahwa kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap kuat dan resilian, ditopang oleh beberapa faktor utama.

Ia menegaskan stabilitas makroekonomi Indonesia tetap terjaga, dengan pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,11 persen (yoy) dan inflasi yang berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen plus minus 1 persen.

Dari sisi domestik, konsumsi masyarakat masih menjadi penopang utama pertumbuhan, didukung stimulus fiskal dan bantuan sosial, sementara aktivitas manufaktur mencatat Purchasing Managers Index (PMI) sebesar 53,8 yang berada pada fase ekspansi.

Selain itu, ketahanan fiskal tetap kuat dengan penerimaan pajak hingga Februari 2026 tumbuh 30,4 persen (yoy), didukung reformasi perpajakan dan digitalisasi melalui sistem Coretax.

Pemerintah juga memperkuat ketahanan pangan dan energi, termasuk melalui swasembada sejumlah komoditas serta surplus produksi energi berbasis biodiesel, sebagai bantalan menghadapi gejolak global.

Ke depan, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat mencapai sekitar 5,4 persen pada 2026 dengan tetap menjaga stabilitas serta melanjutkan reformasi struktural, termasuk hilirisasi industri, penguatan investasi, dan percepatan digitalisasi.

Baca juga: Prabowo perintahkan percepat sampah jadi energi di kota-kota besar

Baca juga: Seskab Teddy sebut angkutan Lebaran sesuai harapan Presiden Prabowo

Baca juga: Seskab: Tiket kereta kerakyatan turun jadi Rp135 ribu-Rp175 ribu

Pewarta: Aditya Ramadhan
Editor: Agus Setiawan
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |