Seskab: MBG tak kurangi anggaran pendidikan

2 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya meluruskan sejumlah narasi keliru yang menyebut program Makan Bergizi Gratis (MBG) memangkas anggaran pendidikan, menyebabkan sekolah terbengkalai, hingga mengabaikan kesejahteraan guru.

Teddy, dalam keterangannya di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, menyebutkan bahwa anggaran pendidikan 2026 telah disepakati bersama pemerintah, DPR, dan Badan Anggaran DPR, termasuk isi serta peruntukannya.

"Faktanya, seluruh program pendidikan strategis di periode sebelumnya tetap berjalan tanpa ada yang dihentikan bahkan ditambah," katanya.

Ia mengatakan, program pendidikan terus diperkuat, di antaranya Kartu Indonesia Pintar dan Program Indonesia Pintar (PIP) terus berjalan.

Di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, kata Teddy, akses pendidikan diperluas melalui Sekolah Rakyat bagi anak putus sekolah dan dilengkapi tempat tinggal, pendidikan, makan bergizi, dan jaminan kesehatan.

Hingga tahun lalu, kata Teddy, hampir 16-20 ribu siswa di 166 sekolah, dengan target 100 sekolah tambahan tahun ini. Selain itu, infrastruktur pendidikan ditangani konkret.

"Walaupun sekolah adalah kewenangan Pemda, Pemerintah pusat melakukan renovasi sekitar 16.000 sekolah pada 2025 dengan anggaran Rp17 triliun," katanya.

Selain itu, percepatan digitalisasi pembelajaran melalui distribusi 280.000 TV digital, yang akan terus ditingkatkan, kata Teddy menambahkan.

Terkait dengan kesejahteraan tenaga pendidik, Teddy menyebut pemerintah pusat memberikan insentif yang naik menjadi Rp400.000, setelah 20 tahun (2005-2025).

"Walaupun, gaji guru honorer adalah kewenangan pemerintah daerah," katanya.

Dikatakan Teddy, tunjangan guru non-ASN naik dari Rp1.500.000 menjadi Rp2.000.000 di tahun 2025.

"Transfer tunjangan langsung ke guru per bulannya, setelah sebelumnya ditransfer per tiga bulan dan melalui pemda," katanya.

Baca juga: Banggar DPR sebut anggaran MBG masuk pos pendidikan keputusan politik

Baca juga: Tingkatkan transparansi, BGN minta SPPG cantumkan label harga dan gizi

Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |