Serabi Kalibeluk Batang yang bertahan sejak zaman Mataram Islam

3 hours ago 4
Serabi Kalibeluk bukan sekadar komoditas dagang, melainkan simbol kearifan lokal yang wajib dijaga keasliannya oleh generasi mendatang.

Batang (ANTARA) - Setiap daerah tentu memiliki kuliner khas, tak terkecuali Kabupaten Batang, Jawa Tengah, yang memiliki penganan yang sudah melegenda yaitu Serabi Kelibeluk.

Serabi khas ini, bukan sekadar cemilan, tapi memiliki cerita atau sejarah panjang sejak zaman Kerajaan Mataram Islam, tepatnya pada era Sultan Agung.

Serabi Kalibeluk diperkirakan pertama kali dibuat sekitar tahun 1663. Hal ini tidak terlepas dari sosok bernama Nyai Randinem (Mbok Rondo) yang pertama kali membuat, menjual, dan mengembangkan kue serabi tersebut.

Resep kue serabi itu dia dapatkan dari Ki Ageng Cempaluk dari Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Ki Ageng Cempaluk ini adalah ayahanda dari Tumenggung Bahurekso yang merupakan Senopati Kerajaan Mararam Islam. Dia dikenal sebagai sosok pembuka jalan di Alas Roban yang dikenal angker.

Di balik rasanya yang gurih dan manis, makanan ini pada awalnya hanya dibuat oleh tiga orang. Namun, sekarang sudah ada belasan orang yang memproduksi kue Serabi Kalibeluk. Peningkatan ini terjadi sejak tahun 2008 karena banyaknya permintaan dari konsumen.

Serabi Kalibeluk ini sangat cocok apabila dikonsumsi bersama segelas kopi hitam sebagai teman di penghujung senja yang bisa menimbulkan efek tenang dan memiliki kesan nostalgia dengan masa lalu.

Bukan itu saja, makanan khas daerah Batang ini juga bisa menjadi sasaran tepat untuk perut anda yang sedang keroncongan karena serat serabi yang tebal ini terbilang bisa mengenyangkan.

Peningkatan produsen serabi, diduga tidak lepas dari usaha ini yang dinilai masyarakat sekitar sangat menguntungkan. Apalagi selama ini, Kalibeluk sudah dikenal orang sebagai tempat produsen serabi yang cukup terkenal. Bahkan, serabi ini bisa dikatakan identik dengan Kabupaten Batang.

Seorang perajin Serabi Kalibeluk, Fadhilah, mengungkapkan bahwa resep serabi yang digunakannya merupakan warisan turun-temurun dari nenek moyangnya. Keaslian resep inilah yang menjaga cita rasa serabi tetap otentik hingga saat ini.

Keunikan yang membedakan dibandingkan dengan serabi dari daerah lain, Serabi Kalibeluk memiliki ciri khas yang mencolok, terutama ukurannya yang jumbo dengan diameternya mencapai sekitar 10 sentimeter, jauh lebih besar dari serabi pada umumnya, sehingga satu serabi bisa dikonsumsi oleh beberapa orang.

Dari sisi tekstur, Serabi Kalibeluk memiliki tekstur khas berongga yang lembut di dalam. Adapun dari varian rasa, tersedia dua pilihan rasa utama yaitu original (santan gurih yang autentik) dan gula merah (manis legit yang menggugah selera).

Baca juga: Mudik sambil menikmati panorama dan kuliner Batang-Semarang

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |