Sektor agribisnis Indonesia siap perkuat pertumbuhan ekonomi di ASEAN

5 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - ASEAN Food & Beverage Alliance (AFBA) bersama Oxford Economics meluncurkan laporan bertajuk Economic Insights: Unlocking Indonesia’s Agri-Food Powerhouse di Jakarta, Rabu.

Didukung oleh Food Industry Asia (FIA), laporan itu menegaskan peran strategis sektor agribisnis dalam mendorong penciptaan lapangan kerja, investasi serta perdagangan di Indonesia.

Dalam pidatonya seperti dikutip dari keterangan tertulis, Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A. A. Teguh Sambodo memaparkan arah transformasi sektor agribisnis dalam visi Indonesia Emas 2045.

"Saat ini, kami sedang mengimplementasikan transformasi struktural yang berfokus pada peningkatan produktivitas pertanian dan menghubungkannya dengan pengembangan agroindustri kami," kata Leonardo.

Menurutnya, agenda tersebut yang didorong oleh praktik berkelanjutan dan kemajuan komunitas akan membantu pemerintah mencapai konsep holistik resiliensi nasional, tidak hanya terbatas pada pertahanan tradisional, tetapi memastikan ketahanan pangan dan gizi bagi populasi di tanah air yang terus tumbuh.

Transformasi tersebut sejalan dengan agenda RPJMN 2025-2029 yang menitikberatkan pada peningkatan nilai tambah agroindustri, penguatan ketahanan pangan serta pengurangan kemiskinan di pedesaan dan kesenjangan wilayah.

Dia mengatakan upaya tersebut didorong melalui reformasi kebijakan, peningkatan investasi, pembangunan infrastruktur dan logistik serta penguatan kemitraan publik dan swasta.

Peluncuran laporan tersebut mempertemukan pembuat kebijakan, pemimpin industri dan pemangku kepentingan regional untuk membahas bagaimana sektor agribisnis dapat dioptimalkan sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi dan daya saing Indonesia di kawasan ASEAN.

Deputi Sekretaris Jenderal ASEAN untuk Komunitas Ekonomi ASEAN Satvinder Singh menekankan pentingnya kolaborasi regional dalam memperkuat sistem pangan dan rantai pasok di Asia Tenggara.

"Pertanian bukan sekadar sebuah sektor, tetapi sekaligus tulang punggung sejati bagi ekonomi, ketahanan pangan dan stabilitas sosial kita. ASEAN merepresentasikan pasar konsumen yang dinamis dengan 700 juta orang dan kita harus menjaga serta menumbuhkan pasar ini secara efektif bersama-sama melalui kerangka kerja," ujarnya.

Adapun, kerangka kerja tersebut, kata Satvinder, meliputi ASEAN Trade in Goods Agreement (ATIGA) yang telah ditingkatkan dan Digital Economy Framework Agreement (DEFA).

"Kita menyediakan kepastian hukum dan konektivitas yang diperlukan bagi bisnis global untuk berkembang di kawasan ini," ujar Satvinder.

Dari sisi riset, Direktur Konsultasi Ekonomi Oxford Economics James Lambert menyoroti besarnya skala dan kontribusi sektor itu terhadap perekonomian nasional.

Ia menilai skala sektor agribisnis di Indonesia sangat substansial, berfungsi sebagai pilar yang menopang ekonomi secara luas.

"Di tengah lingkungan perdagangan global yang semakin terfragmentasi, membangun resiliensi melalui penguatan fondasi domestik dan kepastian regulasi sangat krusial, karena ketidakpastian kebijakan dapat menjadi beban nyata bagi investasi dan produktivitas jangka panjang," ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya modernisasi infrastruktur logistik dan stabilitas kebijakan untuk menjaga daya saing Indonesia.

Sementara itu, Pham Quang Minh dari Sekretariat ASEAN menegaskan komitmen kawasan dalam memperkuat ketahanan dan keberlanjutan sektor pangan.

ASEAN, sebut dia, berfokus pada resiliensi dan keberlanjutan melalui Strategic Plan of Action for Food, Agriculture and Forestry (SPA-FAF).

"Kami bertujuan untuk menciptakan sektor agribisnis yang inklusif dan tangguh yang memastikan rantai pasok yang stabil, terutama melalui inisiatif seperti kerangka kerja ASEAN Integrated Food Security (AIFS) dan rencana aksi lima tahunan kami," tuturnya.

Baca juga: Menlu RI: Jadikan ketahanan pangan fokus kerja sama ASEAN Plus Three

Baca juga: Indonesia mengingatkan kesiapsiagaan ASEAN antisipasi krisis pangan

Pewarta: Benardy Ferdiansyah
Editor: Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |