Kemendes PDT-FAO perkuat tata kelola transformasi sistem pangan

1 day ago 10

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bekerja sama dengan Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) meluncurkan program pelatihan untuk meningkatkan tata kelola sistem pangan dan pertanian yang berkelanjutan serta ketahanan pangan Indonesia.

Lokakarya tersebut membekali pejabat senior Kemendes PDT dengan keterampilan dan metode untuk mengembangkan dan menerapkan kebijakan dan intervensi berbasis bukti untuk mentransformasi sistem pangan dan pertanian Indonesia.

“Indonesia adalah negara yang sangat luas dengan keragaman sistem pangan yang luar biasa. Kami berharap lokakarya ini menjadi wadah bagi kami untuk berbagi pengalaman internasional dan pengetahuan global yang difasilitasi oleh FAO,” ujar Direktur Jenderal Pemberdayaan dan Pengembangan Daerah Tertinggal Kemendes PDT Samsul Widodo di Jakarta pada Senin.

Ia menambahkan lokakarya tersebut juga diharapkan dapat mendukung rencana Kemendes PDT dalam mendirikan pusat-pusat keunggulan untuk pengembangan sistem pangan, di mana masyarakat pedesaan dapat belajar tentang pola pangan sehat, rantai nilai pangan, kesiapsiagaan darurat, dan pengembangan sistem pangan lokal.

"Transformasi sistem pangan dan pertanian merupakan konsep yang relatif baru, dan Kementerian Desa memiliki potensi untuk menerjemahkannya menjadi aksi nyata di tingkat akar rumput. Oleh karena itu, pelatihan ini penting bagi para pejabat senior kami selaku pengambil keputusan " imbuhnya.

Baca juga: Mendes kirim ke Jepang 200 peserta Pemuda Bangun Desa Bangun Indonesia

Pelatihan ini, lanjutnya, menawarkan cara praktis dalam mengatasi tantangan yang dihadapi desa dalam memastikan tata kelola yang efektif, mulai dari kapasitas kelembagaan yang tidak memadai hingga kurangnya data.

Selain itu, pelatihan tersebut juga memperkenalkan pendekatan analitis berdasarkan kerangka kerja tata kelola FAO, yang diluncurkan pada tahun 2022 dan diterapkan di berbagai negara dan konteks pembangunan.

Kerangka kerja ini, kata Samsul, mengikuti proses empat fase terstruktur yang mengintegrasikan analisis tata kelola ke dalam desain dan implementasi intervensi, yang didukung oleh penguatan koordinasi dan mekanisme partisipatif.

Selain itu, pihaknya juga telah menetapkan rencana aksi pembangunan desa, yang mencakup serangkaian prioritas seperti ketahanan pangan, hilirisasi produk, pemberdayaan pemuda, dan ketahanan iklim dan bencana untuk transformasi sistem pangan dan pertanian.

Baca juga: Kemendes: Perangkat desa komponen penting sukseskan program prioritas

Baca juga: Kemendes: Kolaborasi BRIN Goes to Villages kuatkan pembangunan desa

Pewarta: Hana Dewi Kinarina Kaban
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |