Banda Aceh (ANTARA) - Kepala Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 2 Aceh Besar Seri Amalia menyatakan pada tahun ajaran 2026/2027 siswa sekolah tersebut yang sebelumnya menumpang belajar di Komplek SMA Unggul Ali Hasjmy akan belajar di gedung baru milik sendiri di Kecamatan Kuta Malaka, Kabupaten Aceh Besar.
“Insya Allah, tahun ajaran baru ini anak-anak akan belajar di ruang kelas baru dan tinggal di asrama baru, yang pengerjaan sekolah dilaksanakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU),” katanya di Aceh Besar, Kamis.
Ia menjelaskan gedung baru yang ditargetkan rampung tahun ajaran baru tersebut disiapkan untuk menampung siswa dari jenjang SD, SMP dan SMA. Adapun total peserta didik sebanyak 270 siswa dengan masing-masing rombongan belajar (rombel) 90 siswa.
“Kehadiran gedung milik Sekolah Rakyat ini justru akan memberikan kenyamanan lebih bagi seluruh peserta didik. Di sini mereka juga dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung, termasuk untuk kegiatan olahraga,” katanya.
Baca juga: Mensos kagumi kemampuan bahasa Jerman siswa SR Aceh Besar
Menurut dia, siswa angkatan pertama yang belajar di Komplek SMA Unggul Ali Hasjmy juga akan pindah ke tempat baru. Mereka akan belajar bersama dengan siswa baru hasil penjangkauan yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah sebagai penerima manfaat sekolah tersebut.
Rekrutmen siswa Sekolah Rakyat, datanya diambil dari Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang berada pada Desil 1 sampai 2. Mereka yang masuk dalam golongan tersebut akan dilakukan penjangkauan oleh petugas Kementerian sosial (Kemensos), Dinas Sosial, dan Pendamping Keluarga Harapan (PKH).
Di Kabupaten Aceh Besar, pelaksanaan Sekolah Rakyat ada di dua titik yaitu Sentra Darussa’adah, Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) I Kabupaten Aceh Besar yang berada di Kecamatan Darul Imarah dan SRMA 2 Aceh Besar di komplek SMA Unggul Ali Hasjmy, Indrapuri.
Baca juga: Siswa Sekolah Rakyat SMA di Aceh titipkan surat untuk Presiden
Pewarta: M Ifdhal
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































