Pengamat yakin B50 bisa perkuat ketahanan energi Indonesia

3 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pengamat energi sekaligus Sekretaris Jenderal Ikatan Ahli Teknik Perminyakan Indonesia (IATMI) Hadi Ismoyo mengatakan peluncuran program biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi nasional.

“Kehadiran B50 ini penting sekali dalam rangka memutus mata rantai impor diesel dan merupakan inisiasi awal transisi energi dari fosil menuju renewable energy (energi baru terbarukan) yang lebih ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal,” ujar Hadi dalam keterangannya yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dengan demikian, hadirnya B50 ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar minyak (BBM) sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih ramah lingkungan.

Hadi menilai pemanfaatan B50 tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ketahanan energi. Lebih dari itu, kata dia, kehadiran program ini mendukung agenda keberlanjutan.

Baca juga: Pengguna jalan harap B50 dapat kurangi polusi dan harga lebih murah

Menurut dia, dari sisi lingkungan, biodiesel memiliki jejak karbon yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil. Ini ditandai sejak dari proses produksi bahan baku biodiesel pada sektor hulu kelapa sawit menghasilkan emisi karbon yang jauh lebih rendah dibandingkan proses eksplorasi dan produksi minyak dan gas bumi.

Output penggunaan biodiesel menghasilkan jejak CO2 sekitar 50 hingga 60 persen lebih rendah dibandingkan bahan bakar fosil. Bahkan di beberapa negara maju, pengurangan emisinya dapat mencapai sekitar 80 persen dalam kondisi tertentu,” ucapnya.

Meski demikian, Hadi menilai keberhasilan implementasi B50 ini memerlukan dukungan tata kelola yang kuat dari hulu hingga hilir.

Salah satu tantangan utama adalah memastikan pengembangan perkebunan sawit dilakukan secara berkelanjutan agar tidak memicu deforestasi yang berlebihan.

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |