Sekolah Rakyat di Bengkulu siap beroperasi saat MPLS 2026

2 days ago 17

Bengkulu (ANTARA) - Pembangunan Sekolah Rakyat di Kelurahan Sukarami, Kota Bengkulu telah mencapai 96,91 persen dan ditargetkan siap digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 14 Agustus 2026.

"Pendidikan menjadi hal yang sangat prioritas bagi bangsa. Ini adalah program yang sangat berharga, yang lahir di era Presiden Prabowo," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Rabu.

Gubernur Helmi Hasan mengatakan pendidikan menjadi prioritas utama, sehingga Pemerintah Provinsi Bengkulu sejak awal mendukung program Sekolah Rakyat yang digagas Pemerintah Pusat.

Baca juga: Pemkot Bengkulu terima kuota tambahan siswa Sekolah Rakyat

Dia menyampaikan Bengkulu memperoleh dua Sekolah Rakyat, masing-masing di Kota Bengkulu dan Kabupaten Kaur. Selain itu, provinsi tersebut juga memperoleh pembangunan Sekolah Garuda di Kabupaten Rejang Lebong.

Menurut Helmi, Pemerintah Pusat mengalokasikan anggaran sekitar Rp500 miliar untuk pembangunan dua sekolah rakyat tersebut sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi anak-anak yang selama ini mengalami kendala bersekolah.

Dia berharap proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik, sehingga para siswa memperoleh kesempatan berkembang menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.

Helmi menyatakan Sekolah Rakyat merupakan wujud perhatian pemerintah terhadap masih adanya anak yang belum memperoleh akses pendidikan.

"Yang penting proses belajar mengajar bisa terlaksana dengan baik, sehingga siswa-siswi kita dapat menjadi putra-putri Merah Putih terbaik,” kata Helmi.

Gubernur menegaskan bahwa sekolah rakyat hadir karena pemerintah mendengarkan keluhan masyarakat terkait sulitnya akses pendidikan dan masih adanya anak yang putus sekolah.

“Presiden tidak ingin ada lagi siswa-siswi di Bengkulu yang tidak sekolah,” kata dia.

Karena itu, ia meminta Dinas Sosial, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, serta perangkat daerah terkait melakukan pendataan dan penjangkauan terhadap anak-anak yang belum bersekolah, termasuk melalui data kependudukan yang dimiliki Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Dia memastikan Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pemerintah daerah lain siap membantu segala kebutuhan yang masih diperlukan untuk mendukung operasional sekolah rakyat.

Baca juga: Pemprov Bengkulu: Pembangunan gedung Sekolah Rakyat capai 88 persen

Baca juga: Pemerintah anggarkan Rp216 miliar bangun Sekolah Rakyat di Bengkulu

Sementara itu, Kepala Sentra Dharma Guna Bengkulu Hari Setiadi mengatakan setiap Sekolah Rakyat akan menerima 270 siswa baru setiap tahun sesuai ketentuan Kementerian Sosial yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA.

Pada tahun ajaran 2026/2027, Sekolah Rakyat Bengkulu akan menampung 46 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 226 siswa SMA dengan dukungan 14 guru serta 41 tenaga kependidikan.

Ke depan, satu kompleks Sekolah Rakyat tersebut dirancang memiliki kapasitas hingga 1.080 siswa yang terbagi dalam 36 rombongan belajar. Rinciannya, jenjang SD terdiri atas 18 rombongan belajar dengan kapasitas 540 siswa, sedangkan SMP dan SMA masing-masing memiliki 9 rombongan belajar dengan kapasitas 270 siswa.

Pewarta: Boyke Ledy Watra
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |