Kemenpora ajukan Rp4,019 triliun untuk kebutuhan pembiayaan pada 2027

1 hour ago 3

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pemuda dan Olahraga mengajukan anggaran senilai Rp4,019 triliun untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan satuan kerja kementerian ini, termasuk program-program prioritas pada 2027.

"Pendanaan ini tentu mayoritas berasal dari pajak rakyat yang memang kita harus benar-benar transparan dan akuntabel," kata Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Jakarta, Senin.

Erick menjelaskan total pagu anggaran yang diajukan adalah Rp4.019.355.967.000, yang diperuntukkan untuk kebutuhan satuan kerja, mulai Kesekretariatan sebanyak Rp400 miliar.

Kemudian Rp130 miliar untuk Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Rp102 miliar, Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Rp801.680.508.000, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Rp80 miliar.

Lembaga Pengelola Usaha Keolahragaan dengan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp36,3 miliar, serta untuk kebutuhan program prioritas sebesar Rp2,4 triliun.

Baca juga: Kemenpora perketat pengawasan anggaran pelatnas bersama BPKP

Anggaran yang diajukan itu telah disetujui oleh Komisi X, namun masih dibahas dan disepakati lebih lanjut oleh Badan Anggaran DPR RI.

Kemenpora bertekad selalu menjaga amanah bahwa penggunaan dana ini bisa dipertanggungjawabkan secara baik.

"Tentu tidak hanya terkait akuntabilitas pemanfaatan dana tetapi juga dampak yang dirasakan masyarakat," kata Erick.

Ia menambahkan bahwa dalam hal pengelolaan anggaran, kementeriannya telah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Oleh sebab itu, kementerian ini terus menjaga pencapaian tersebut, melalui pengelolaan anggaran secara transparan, tepat sasaran, dan memberikan dampak yang dinikmati oleh masyarakat.

Baca juga: Anggaran pelatnas Asian Games 2026 naik jadi Rp222 miliar

Pewarta: Aloysius Lewokeda
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |