Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan bahwa hingga kini pihaknya tengah melakukan pendataan terkait kerusakan properti dan benda budaya di desa adat Sade, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.
“Sekarang sedang pendataan dulu. Kerusakan-kerusakan. Kerusakan-kerusakannya seperti apa," ujar Fadli saat ditemui di Jakarta, Senin.
Ia menjelaskan bahwa telah melakukan koordinasi dengan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi terkait perbaikan rumah adat.
Baca juga: Museum NTB rumuskan pembentukan museum bagi Kampung Adat Sade
“Saya sudah komunikasi juga dengan Mensesneg. Dan kira-kira biayanya berapa, penyalurannya seperti apa. Tentu dari Kementerian Kebudayaan yang bisa kita dukung dalam hal ini adalah yang terkait dengan rumah-rumah adat ya, itu kan ada 75,” katanya.
Ia menjelaskan bakal ada kolaborasi dan berbagi peran dengan k/l lain untuk mempercepat pemulihan desa adat yang mengalami kerusakan masif akibat kebakaran yang terjadi pada 22 Agustus 2026.
Ditanya soal target dan arahan dari Presiden Prabowo Subianto, ia mengaku tak ada arahan secara spesifik namun yang pasti Kepala Negara meminta jajarannya untuk mempercepat pemulihan kawasan terdampak bencana itu secepatnya.
Baca juga: Fadli Zon sebut pemerintah susun rekonstruksi Desa Adat Sade
“Mengenai target, ya pasti kalau Presiden maunya selalu secepatnya. Kalau bisa besok, selesai besok. Tapi kan kita perlu desainnya seperti apa, lalu yang perlu diantisipasi jangan sampai terulang lagi,” kata Menbud.
Pemerintah, kata dia, juga akan menyiapkan tata kelola yang tepat dalam memitigasi bencana di kawasan desa adat itu.
Kebakaran yang melanda Desa Adat Sade pada 22 Agustus 2026 juga tercatat menyebabkan kerusakan 75 bangunan rumah adat, 69 toko seni, delapan lumbung alang, satu menara pantau, empat Berugak Sekenam, enam Berugak Sakepat, satu Bale Beleq, dan beberapa fasilitas umum.
Baca juga: DPRD NTB soroti BTT naik Rp58 miliar di tengah musibah Sade
Sejumlah saksi menyampaikan api pertama kali muncul dari salah satu rumah sebelum kemudian menjalar ke bangunan lain yang sebagian besar menggunakan material mudah terbakar, seperti kayu, bambu, dan ilalang.
Desa Adat Sade merupakan salah satu kampung adat tertua di Pulau Lombok. Kampung tersebut telah berdiri sejak abad ke-16 dan diwariskan selama 15 generasi.
Baca juga: Gubernur NTB tekan rekontruksi Sade tak tinggalkan keaslian
Baca juga: Pemprov NTB kumpulkan artefak untuk pembentukan Museum Sade
Pewarta: Sinta Ambarwati
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































