Sejak 1 Ramadhan hingga kini, Pemkot jaring 81 orang PPKS di Jakut

4 hours ago 4
Sejak 1 Ramadhan hingga saat ini, tercatat sebanyak 81 PPKS berhasil dijangkau dan langsung dibawa ke panti sosial

Jakarta (ANTARA) -

Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Utara menjaring 81 orang Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) dalam penjangkauan yang dilakukan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dalam Operasi Penyakit Masyarakat yang digelar sejak 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 hingga hari ini.

“Sejak 1 Ramadhan hingga saat ini, tercatat sebanyak 81 PPKS berhasil dijangkau dan langsung dibawa ke panti sosial,” kata Kepala Suku Dinas Sosial Jakarta Utara (Jakut) Ronny Jarpiko di Jakarta, Jumat.

Hal itu dilakukan, kata dia, untuk memberikan perlindungan sekaligus pembinaan bagi para PPKS agar memiliki keterampilan dan tidak kembali ke jalanan.

Baca juga: Satpol PP gencarkan razia PPKS dan miras

"Mereka kami rujuk ke Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2 Cipayung untuk dibina dan diberikan bekal keterampilan, agar mereka tidak kembali ke jalanan dan meresahkan masyarakat," katanya.

Ia menjelaskan puluhan PPKS yang terjaring terdiri dari berbagai kategori, meliputi lima gelandangan, satu anak terlantar, 10 pengemis, 22 pengamen, dua pedagang asongan, 36 juru parkir liar , serta lima pemulung.

Ronny menilai pembinaan di panti sosial menjadi langkah penting agar para PPKS dapat memperoleh keterampilan yang berguna untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri.

"Kami berharap melalui pembinaan ini mereka dapat memiliki kemampuan dan keterampilan yang bermanfaat sehingga tidak kembali ke jalanan," katanya.

Baca juga: Sudinsos Jaksel jangkau 30 PPKS selama Ramadhan

Sementara itu Kepala Satpol PP Jakarta Utara Budhy Novian memastikan setiap operasi penjangkauan dilaksanakan secara humanis tanpa tindakan kekerasan.

"Penjangkauan dilakukan di enam kecamatan di Jakarta Utara dengan menyasar sejumlah titik rawan dan jalan protokol, seperti kawasan pusat perbelanjaan, masjid, hingga lokasi yang kerap menjadi tempat berkumpulnya PPKS," ucapnya.

Budhy menegaskan operasi tersebut akan terus dilakukan hingga menjelang Idul Fitri guna menjaga ketertiban dan kenyamanan masyarakat.

"Kami mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan uang secara langsung di jalan. Sebaiknya bantuan disalurkan melalui lembaga resmi agar penanganan sosial dapat dilakukan secara lebih terarah," kata Budhy Novian.

Baca juga: Viral karena kerap tak bayar makan, wanita diduga PPKS diburu Sudinsos Jakbar

Pewarta: Mario Sofia Nasution
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |