Padang (ANTARA) - Universitas Bung Hatta (UBH) Padang melakukan riset pengembangan situs arkeologi di pesisir Sumatera Barat (Sumbar) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) selama sepuluh hari pada 8-17 Juni.
Dalam riset tersebut BRIN mengerahkan tim dari Pusat Riset Arkeologi Lingkungan Maritim dan Budaya Berkelanjutan yang berkolaborasi dengan tim dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan UBH.
"Riset ini untuk mendukung pengembangan dan mitigasi situs arkeologi yang terdapat di sepanjang pesisir Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar," kata Mitra Peneliti Lokal dari UBH Padang Dr Harfiandri Damanhuri di Padang, Ahad.
Ia menjelaskan tujuan dari riset kolaboratif tersebut adalah mengidentifikasi kondisi peninggalan situs maritim setelah terjadinya bencana hidrometeorologi dan beberapa kali gempa-gempa kecil.
Baca juga: Peneliti BRIN temukan seni cadas purba berusia 67.800 tahun di Muna
Puncak adalah bencana banjir besar yang terjadi di sejumlah daerah di Sumbar pada November 2025.
Ia mengatakan lewat riset itu nantinya akan dihasilkan publikasi, sekaligus rekomendasi model mitigasi dan perlindungan terhadap situs unik dan menarik yang sudah berumur di atas 50 tahunan.
Menurutnya, hasil riset kolaboratif akan memberikan dampak luas, khususnya dapat dijadikan panduan dasar ilmiah dalam penyusunan kebijakan oleh pemerintah baik tingkat pusat maupun daerah.
"Ini juga bisa menjadi dasar dalam implementasi perlindungan dan mitigasi situs oleh pihak di nagari/desa di sekitar situs," katanya.
Baca juga: BRIN gandeng Kemenbud lakukan riset peradaban dan digitalisasi bahasa
Ia mengatakan riset yang dilakukan adalah model mitigasi risiko bencana berbasis resiliensi sosial-ekologis untuk pelestarian situs maritim terkait dengan resiliensi sosial, resiliensi ekologis, dan mitigasi risiko bencana.
Dalam kegiatan tersebut peneliti dari Pusat Riset BRIN Dr Ira Dillenia (Arkeologi Maritim) menjadi ketua tim, beranggotakan antara lain Gendro Keling MA (Arkeolog Maritim), dan Dr Ing Semeidi Husrin (Kebencanaan Geologi Kelautan). Sedangkan mitra peneliti lokal antara lain Dr Harfiandri Damanhuri, (Konservasi dan Ekowisata Bahari) dari Program Studi Sumberdaya Perairan Pesisir dan Kelautan (SP2K) Pascasarjana Fakultas Perikanan dan Kelautan UBH.
Riset dibantu oleh tim lapangan Samsuardi (Dive Master) yang melakukan pengambilan data di Situs Arkeologi Benteng di daratan Pulau Cingkuak, dan Situs Arkeologi Bawah Laut Kapal MV Boelongan Nederland di Kawasan Teluk Mandeh Pesisir Selatan.
Baca juga: BRIN-Kemenbud kolaborasi hilirisasi riset guna perkuat ekonomi kreatif
Pewarta: Rahmatul Laila
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































