Jakarta (ANTARA) - Samsung dikabarkan sedang menguji penggunaan sensor kamera Sony beresolusi 50 megapiksel untuk kamera utama ponsel Galaxy S27 dan Galaxy S27+.
Gadgets 360 pada Jumat mengutip publikasi Belanda, Galaxy Club, yang mewartakan bahwa Samsung sedang menguji purwarupa Galaxy S27 dan Galaxy S27+ dengan sensor Sony beresolusi 50 megapiksel untuk kamera belakang utama.
Jika diterapkan pada produk final, maka pembaruan tersebut akan menjadi kali pertama Samsung menggunakan sensor non-ISOCELL pada kamera utama seri Galaxy S dalam lebih dari satu dekade.
Samsung mulai menggunakan sensor ISOCELL untuk kamera utama pada Galaxy S5 yang dirilis tahun 2015.
Ponsel-ponsel Samsung sebelumnya, seperti Galaxy S3 dan Galaxy S4, masih menggunakan sensor kamera dari pemasok lain.
Baca juga: Samsung Galaxy S27 muncul di basis data IMEI GSMA
Baca juga: Samsung dikabarkan akan mengubah desain kamera Galaxy S27
Pengembangan Galaxy S27 diperkirakan masih dalam tahap awal, sehingga spesifikasi perangkat, termasuk sensor kamera yang digunakan, masih dapat berubah sebelum memasuki produksi massal.
Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa Galaxy S27 dan Galaxy S27+ sedang diuji dengan kamera ultrawide 12 megapiksel.
Model yang lebih tinggi, Galaxy S27 Pro dan Galaxy S27 Ultra, dirumorkan akan dibekali kamera ultra lebar 50 megapiksel.
Keempat model dalam seri Galaxy S27 juga disebut-sebut akan dipasangi kamera swafoto di bawah layar.
Samsung dikabarkan akan menghadirkan empat model dalam seri Galaxy S27, yaitu Galaxy S27, Galaxy S27+, Galaxy S27 Pro, dan Galaxy S27 Ultra.
Sejak peluncuran seri Galaxy S20 pada 2020, Samsung selalu mengeluarkan tiga model dalam satu seri produk ponsel.
Seri ponsel Samsung Galaxy S27 diperkirakan dirilis pada awal 2027. Perusahaan belum mengumumkan rencana peluncuran produk tersebut.
Baca juga: Nothing Phone (4b) dibekali baterai 6.000 mAh dan kamera 50MP
Baca juga: Oppo perkenalkan Reno16 FS dengan baterai besar dan tiga kamera 50MP
Penerjemah: Farhan Arda Nugraha
Editor: Maryati
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































